Ragam

Soal Insiden Nduga, Begini Harapan Ahmad Taufan Damanik ke Pemerintah

Pemerintahan Presiden Joko Widodo diminta memastikan perlindungan dan menanggung biaya pemulihan fisik dan nonfisik bagi korban dan saksi kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang terjadi belum lama ini.

Selain itu, pihak berwenang juga diharapkan mampu menyelesaikan kasus ini sesuai koridor hukum.

“Meminta Pemerintah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan melibatkan berbagai elemen pusat dan daerah dan masyarakat agar peristiwa yang sama tidak terulang,” tutur Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Kantor Komnas HAM, Rabu (5/12/2018).

Sebelumnya, penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menduga dalang pembunuhan adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Dalam kasus ini, Komnas HAM juga menyoroti kinerja Staf Khusus Kepresidenan Kelompok Kerja Papua. Komisioner Komnas HAM, Amiruddin mengatakan pihaknya sudah sering memberi masukan terhadap pembangunan di Papua untuk lebih melibatkan masyarakat.

“Namun tidak semua masukan ditindaklanjuti,” kata Amirudin, dilansir CNNIndonesia.

Amiruddin menyebut permasalahan konflik di Papua sudah lama terjadi. Ia menyebut setidaknya ada kasus serupa di tahun 2014, tetapi hingga kini belum ada langkah hukum yang jelas. Bahkan belum terungkap siapa pelaku dan apa motifnya.

Khusus di Kabupaten Nduga, konflik ini menjadi yang ketiga dalam setahun terakhir. Pertama terjadi saat gelaran Pilkada 2018. Lalu berulang di dua bulan lalu. Amiruddin meminta pemerintah untuk serius mencari langkah-langkah untuk mengurai benang kusut di Tanah Papua.

“Ini yang sampai hari ini belum dapat langkah-langkah itu, yang ada kan cuma membangun infrastruktur, langkah yang lainnya apa? Ini yang belum jelas sehingga peristiwa seperti ini kerap terulang,” tegas Amiruddin.

Komentar Facebook

Artikel Terkait