Aceh  

Stafsus Pangdam IM: Negara Lain Tertarik Kuasai Indonesia

Dr Kolonel Caj H Ahmad Husein MA saat memberikan pemaparan dalam belanegara di Bappeda Aceh Singkil. (orbitdigitaldaily.com/Saleh)

ACEHSINGKIL-Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kolonel Caj Dr H Ahmad Husein MA mengajak seluruh Pemuda Indonesia di Aceh untuk menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI.

Hal itu disampaikannya di Badan Kesatuan Bangsa dalam Dialog Bela Negara yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Aceh Singkil, kemarin.

Dialog belanegara dengan tema meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam bela negara guna memperkokoh NKRI, dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Kesbangpol Aceh Singkil.

Staf Khusus Pangdam Iskandar Muda (IM), Kolonel Caj Dr H Ahmad Husein MA yang juga Akademisi Pascasarjana UIN Ar-Raniry juga memaparkan beberapa poin yang harus dilakukan pemuda dalam menjaga upaya bela negara.

Yakni mulai tindakan pemuda untuk melestarikan budaya daerah, belajar dengan rajin bagi para pelajar. Taat akan hukum dan aturan negara, dan melaksanakan ketertiban negara.

Dr Ahmad Husein menyebutkan akan tetap menjunjung tinggi prinsip hidupnya dalam menjalankan tugas.

“Lebih baik siap tidak dipakai dari pada dipakai tapi tidak siap. Artinya, biar kita tidak dipakai meski sudah siap, ketimbang dipakai tapi tidak siap dan tidak mampu melaksanakan tugas,”katanya.

Husein memaparkan, ada sebanyak 17.504 pulau-pulau di Indonesia. Diantaranya 7.870 sudah diberi nama dan 9.634 pulau belum bernama.

Tercatat data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, ada sebanyak 538 suku bangsa dan 726 bahasa yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan jumlah penduduk 237.641,326 jiwa. Dirincikan, Laki-laki 119.630.913 jiwa dan 118.010,413 jiwa wanita.

Dipaparkannya, sumber pangan, air dan energi berlimpah di Indonesia. Sehingga bukan tidak mungkin negara lain kembali tertarik ingin menguasai Indonesia.

Presiden pertama Indonesia Soekarno pernah berpesan, “Kekayaan Indonesia suatu saat akan menjadi iri, negara di dunia,” ucapnya.

Bagaimana tidak, katanya, Indonesia memiliki negara kepulauan terbesar di dunia. Memiliki garis pantai ke-2 terpanjang dunia dan luas laut 5,8 juta Km persegi.

Ada banyak perpekstif ancaman Indonesia. Diantaranya Darwin, yang merupakan istilah bagian utara Australia yang sedang menyiapkan tentara Amerika.

LCS, merupakan Lautan Cina Selatan, serta FPDA (five power defence arrangement) merupakan latihan bersama, Malaysia, Singapura dan kawasan laut Tiongkok Selatan dalam rangkat HUT 45 FPDA.

“Termasuk di dalamnya, Selandia Baru-Australia-Singapura-Malaysia-Inggris. Yang telah membuat perjanjian kerjasama pertahanan negara persemakmuran Inggris. Masuknya narkoba yang telah merebak salahsatu upaya merong-rong negara ini,” terang Ahmad.

Masih menurut Ahmad, Ada 39 jalur peredaran narkoba di Aceh. Hingga 2016 sebanyak 5,1 juta penduduk atau 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

“Sementara 15 ribu jiwa diantaranya meninggal setiap tahun, dan sangat berbahaya. Dengan jumlah tersebut melebihi jumlah teroris,” terangnya.

Sekda Azmi yang membuka kegiatan dalam sambutannya menjelaskan, pendidikan bela negara sangat berguna bagi para pemuda untuk menambah kesadaran dan pengetahuan mereka akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI.

Bela negara bukan berarti harus memanggul senjata, tapi melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dan benar, tanpa menyalahi aturan dan perundang-undangan, itu sudah termasuk kegiatan bela negara.

“Sebagai pemuda yang hidup di era milenial ini harus selalu berpikir dan berbuat positif,” ungkap Azmi.

Turut hadir selaku narasumber dalam kegiatan tersebut, Plt Kabid Bina Idiologi dan Kebangsaan Kesbang Pol Aceh Nurdin SOS, Kepala Badan Kesbangpol Aceh Singkil Drs Hermanto, Akademisi Dr Ahmad Husein, PNS dan guru di Aceh Singkil Sadri Ondang Jaya, dan Pasi Intel Kodim 0109/Singkil Kapten Inf Bambang Supriadi.

Reporter: Saleh