Sumringah Pakai Rompi Orange, Mustofawiyah Resmi Ditahan KPK

oleh -261 views
Mustofawiyah saat meninggalkan gedung KPK. Ist

Medan-ORBIT: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan penahanan dua tersangka kasus suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho ke 38 anggota DPR Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Menurut penuturan Juru Bicara/Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (11/7/2018), dua tersangka yang ditahan yakni Mustofawiyah dan Tia Isah Ritonga.

​“Mustofawiyah ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jaktim, sementara Tia Isah Ritonga ditahan 20 hari pertama di Rutan cab KPK di belakang kantor KPK Kav K-4,” ujar Febri Diansyah, melalui pesan WhatsApp yang diterima Orbitdigitaldaily.com.

Sementara untuk satu tersangka lain yakni, Arifin Nainggolan yang juga dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka hari ini tidak datang.

“Tadi KPK menerima surat yang menyampaikan informasi yang bersangkutan sakit. Kami akan lakukan pemanggilan kembali. Waktunya akan disampaikan menyusul,” jelas Febri.

Mustofawiyah keluar sekitar pukul 15.59 WIB dengan mengenakan rompi tahanan dan membawa jaket berwarna abu-abu. Pria yang juga menjabat Ketua Komisi E DPRD Sumut periode 2014-2019 ini tak banyak memberikan keterangan kepada awak media.

“Belum diperiksa, karena belum ada pengacara,” ujar Mustofawiyah usai diperiksa KPK.

Selanjutnya, sekitar pukul 16.42 WIB, Tiaisah Ritonga tak memberikan komentar usai diperiksa penyidik KPK. Dia yang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye tak banyak bicara serta langsung memasuki mobil tahanan.

Total sampai saat ini sambung Febri, total penahanan yang telah dilakukan untuk 9 dari 38 tersangka, di antaranya anggota dewan yakni Muslim Simbolon, Helmiati, Sonny Firdaus, Rooslynda Marpaung, Rinawati Sianturi, Rijal Sirait dan Fadly Nurzal.

Diketahui, dalam perkara ini, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima duit suap dari Gatot Pujo senilai Rp300-350 juta per orang.

Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut 2015.

Dari sejumlah tersangka tersebut, KPK menerima pengembalian uang sejumlah Rp 5,47 miliar. Uang itu kini telah disita sebagai barang bukti. OD-01