Surat Terbuka ke Kapolda Menyoal Dugaan Korupsi di Partai ‘Beringin’ Sumut

MEDAN – Beberapa waktu lalu, mantan Sekretaris Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Taher berkunjung ke Mapolda Sumut. 

Di sana, pria yang juga Ketua Kosgoro 1957 ini melapor dugaan penyelewengan di partai berlambang Beringin itu. 

Angkanya cukup fantastis, miliaran rupiah. Uang itu merupakan dana bantuan kucuran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). 

Adapun pengurus yang dilaporkan itu di antaranya Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut ADK, Sekretaris AMS dan Bendahara VS. 

Laporan disampaikan Riza, pada 24 Juli 2020 melalui surat terbuka kepada Kapolda.

Dalam laporannya, Riza memberikan penjelasan, berikut dengan resume (rangkuman) kasus itu untuk pengembangan penyelidikan dan penyidikan.

Kemudian juga dilampirkan bukti laporan transaksi pemasukan dan penarikan dana di BRI Jalan Putri Hijau.

Termasuk dengan rekening atas nama DPD Partai Golkar Sumut.

Selanjutnya dalam laporannya, Riza juga melampirkan bukti laporan pertanggungjawaban Partai Golkar Sumut.

Yakni tentang pengguna anggaran bantuan Parpol yang disampaikan kepada ketua BPK perwakilan Sumut.

Dalam surat terbuka itu, ia juga melampirkan foto kopi Peraturan Pemerintah (PP) tentang bantuan keuangan kepada partai politik.

Serta Permendagri tentang tata cara penghitungan penganggaran dalam APBD dan Tatib Administrasi Pengajuan Penyaluran dan Pelaporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Parpol

Ketika hal ini dikonfirmasi wartawan, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyebut penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dit Reskrimsus Poldasu tengah mempelajari temuan itu.

“Penyidik sudah meminta keterangan pelapor dalam rangka klarifikasi,” ujarnya.

Namun, ketika wartawan mempertanyakan sejauh mana perkembangan penyelidikan, Nainggolan mengaku masih minim informasi. (*)