Tak Masuk Akal, Indikator Makro Data Kabupaten Toba Dinilai Hoax

Data indikator Toba diduga hoax

TOBA | Melalui sambungan telepon, Sabtu (27/4/2024), Drs. Parasman Pasaribu sebagai
Ketua ForPermas (Forum Perjuangan Masyarakat Habinsaran Borbor Nassau) mengatakan jika data yang dipublis Pemerintah Kabupaten Toba tidak jelas.

Seperti pengadaan alat kesehatan dan siswa yang diterima di SMA tertentu dalam publis indicator Makro Bidang Kesehatan dan Pendidikan. Menurutnya, alat Kesehatan yang dibeli masih standard dan biasa saja di rumah sakit sekelasnya termasuk juga masuknya siswa ke SMP dan SMA tertentu.

“Indikator jalan juga tidak realistis dan tidak tepat. Jalan Habornas paling 20% perbaikan dan masih banyak juga jalan lain yang di luar Habornas tidak diperbaiki. Kenaikan wisatawan juga tidak masuk akal. Sektor pertanian, perdagangan dan jasa perikanan, peternakan, pertambangan seharusnya mencapai seratus juta pertahun,” terang Parasman.

“Asumsinya, jumlah penduduk Toba tahun 2023 sebanyak 213.850 jiwa atau 42.770 KK. Dikurangi pegawai berpenghasilan tetap 2.000 KK. Harga Kopi Rp30.00 /Kg, Padi Rp6.000/Kg, Jagung Rp4.500/Kg. Spending wisatawan per orang Rp100.000. Total Income Kabupaten Toba hanya dari tiga komoditas plus parawisata tahun 2023 = 1,456 triliun.

Ketua ForPermas Drs. Parasman Pasaribu sering menyoroti berbagai hal ketimpangan pemerataan pembangunan termasuk sebuah lingkungan sekolah di Habornas yang sudah lama longsor dan diminta perbaikan, namun hingga kini belum diperbaiki. Di media sosial juga sering menyuarakan kepentingan masyarakat Habornas.

Parasman merasa tiga kecamatan kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Toba dari berbagai sektor, seperti pertanian perkebunan, kesehatan dan terutama infrastruktur jalan.

Masyarakat Habornas bahkan sudah pernah melakukan aksi damai di depan istana negara. Mereka melakukan aksi damai menuntut jalan mereka yang sudah banyak hancur dan bahkan ada jalan berstatus jalan provinsi tidak pernah tersentuh pembangunan sejak Indonesia merdeka. Menurut Parasman, indicator makro pembangunan Toba, sangat tidak masuk akal.

“Amazing dan akhirnya saya simpulkan tak masuk akal. Mungkin masuk kategori Hoax,” terang Parasman mengakhiri.

Reporter : Maria Sitorus