Tanggulangin Stunting, Pemkab Langkat Lakukan Upaya Konvergensi

Asisten II Ekbangsos Drs H Hermansyah MIP memimpin apel gabung ASN di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. Ist

Stabat-ORBIT: Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Asisten II Ekbangsos Drs H Hermansyah MIP,  memimpin apel gabung Aparatur Sipil  Negri (ASN) di halaman kantor bupati, Senin (22/4/2019).

Asisten II pada arahannya, mengatakan, saat ini Pemkab Langkat terus berupaya mengatasi permasalahan stunting dengan menginisiasi upaya konvergensi yang dikoordinir oleh Bappeda Langkat,  dengan mencakup komitmen dan kebijakan pelaksanaan,  keterlibatan pemerintah dan lintas sektor,  serta peningkatan kapasitas.

“Bulan ini adalah awal dari triwulan kedua 2019, untuk itu saya ingatkan kembali agar seluruh SKPD segera melaksanakan program dan kegiatan yang telah dirancang tersebut, untuk menangulangi stunting,” sebutnya.

Sebab, kata Hermasyah, Kabupaten Langkat termasuk dalam  penetapan 100 kabupaten/kota Lokus dengan desa intervensi yakni Sematar, Perlis, Securai Utara, Puluh Manis, Pematang Serai, Secanggang,  Padang Tualang, Kebun Kelapa, Securai Selatan dan Sei Merah. Sebelumnya, 10 desa tersebut, telah dilakukan pendataan dan pengukuran  status gizi oleh Dinas Kesehatan Langkat.

“Penetapan 100 kabupaten/kota lokus prioritas ini dilakukan pemerintah pusat untuk menanggulangi permasalahan stunting, dengan menentukan dari masing-masing kabupaten/kota tersebut 10 desa/kelurahan intervensi, ” terangnya.

Untuk diketahui,  sambung Hermasyah, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, secara nasional menunjukkan 30,8 persen anak dengan usianya di bawah 5 tahun (balita) menderita stunting, untuk Provsu sendiri diketahui prevalensi stunting mencapai 32,3 persen.“Sedangkan untuk Langkat  terdapat 23,28 persen balita stunting,” ucapnya. Od-05