Aceh  

Tata Komplek Kuburan di Area Masjid Pusaka, Ratusan Warga Gotongroyong

Ratusan warga dan ahlul bait berasal dari empat gampong di KSusoh melaksanakan gotongroyong penimbunan kuburan di komplek Masjid Pusaka Gampong Keudai Susoh,m Minggu (18/5/2025)

ABDYA | Suasana penuh semangat menyelimuti kawasan komplek kuburan Masjid Pusaka di Gampong Kedai Susoh, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Minggu (18/5/2025).

Ratusan warga bersama dari empat gampong dan perangkat termasuk keuchik bergotongroyong penimbunan kuburan di Komplek Masjid tertua di pantai barat selatan Aceh tersebut.

Diketahui, sebelum dilakukan penimbunan kuburan di Komplek Masjid Pusaka tersebut digagas oleh Keuchik dan aparatur empat gampong yaitu Gampong Keudai Susoh, Rumah Panjang, Pinang dan Gampong Baharu yang telah melakukan musyawarah di Masjid pada 1 Maret 2024 lalu yang dihadiri warga dan ahlul bait.

Pada musyawarah tersebut memutuskan bahwa;

  1. Penataan kembali pemanfaatan komplek kuburan Masjid Pusaka, 2. Dilarang membuat bangunan di atas kuburan, 3. Bangunan kuburan yang sudah ada akan dirobohkan apabila lokasi tersebut terdampak pada penimbunan dan penataan komplek kuburan Masjid Pusaka.

Mohon Bantuan

Keuchik gampong Keudai Susoh, Ridwan kepada awak media ini menyampaikan bahwa sebagai kepala desa (Keuchik) Keudai susoh berinisiatif untuk menata ulang kawasan komplek kuburan Masjid Pusaka, karena sering kali terlihat sekelompok hewan kerbau memasuki tempat pemakaman ditambah pascamusin hujan air selalu mengendap di lokasi tersebut

“Jadi hasil musyawarah dengan warga dan ahli waris yang ada dimakam kuburan komplek masjid pusaka memutuskan untuk Penataan kembali,ditimbun sehingga dampak keindahan alamnya bersih diarea pemakaman,” ujarnya.

Selain itu, kata Keuchik Ridwan, kegiatan yang dilaksanakan bersama empat aparatur dan Keuchik dengan sumber dana dari swadaya masyarakat, warga bergotongroyong sampai selesai juga ada sedekah sehingga terlaksana kegiatan ini.

Ridwan berharap bagi ahlul bait atau pun orang tuanya yang ada di pemakam masjid pusaka yang ada diluar daerah baik itu diJakarta, Medan Banda Aceh, Meulaboh, Nagan Raya dan A. Selatan serta lainnya kalau ada kemudahan reziki mohon bantuanya karena dana tersebut nanti dipergunakan oleh panitia pelaksana untuk membeli tanah pasir dan kebutuhan lokasi lainnya.

Penataan kuburan ini adalah bentuk nyata dari nilai gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari seluruh elemen warga. Mulai dari perangkat gampong hingga masyarakat umum turut andil. “pungkasnya.

Salah satu warga dan ahlul bait Fanzil,
mengungkapkan rasa bangganya dapat ikut serta dalam kegiatan ini. “gotong royong
peremajaan pemakaman ini adalah tanggung jawab kita bersama dan kondisi TPU tersebut sangat memperhatinkan saat melakukan proses pemakaman pada musim hujan air selalu mengendap.

“Alhamdulillah kami selaku ahli waris menyambut gembira program masyarakat ini,”ujarnya.

Ia pun berharap, dari unsur pemerintah dan Dewan perwakilan rakyat untuk dapat membantu kegiatan masyarakat.harapnya perwakilan ahlul bait.

Pantauan awak media, Sejak pagi, warga dan ahlul bait mulai berdatangan dengan membawa alat-alat seperti cangkul, skop, parang dan greek Sorong,guna mengangkut pasir timbunan dan membawa ke masing masing makam Alm yang telah diberikan nama atau tanda batas oleh panitia pelaksana.

Namun tak hanya menimbunkan makam, warga ahlul bait juga melaksanakan doa bersama di penghujung kegiatan sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap mereka yang telah tiada.

Repoprter : Nazli