Terjadi Penganiayaan di Kantornya, Pimpinan Cabang BRI Sibuhuan Bakal Dilapor ke Komnas HAM

oleh -710 views
Donna Siregar SH dan Rahmat Fauzan Daulay, SH,Sebagai Kuasa Hukum M.Dirham Hasibuan. (orbitdigitaldaily.com/FIrdaus Hasibuan)

PALAS – Donna Siregar SH dan Rahmat Fauzan Daulay, SH, selaku kuasa hukum M Dirham, pemukulan oknum Asisten Manager Operasi Layanan (AMOL) BRI Cabang Sibuhuan menyayangkan pemukulan yang dialami kliennya.

“Kami sayangkan kenapa harus sampai ada pemukulan dan intimidasi untuk mengakui sesuatu yang bukan dia pelakunya. Kami menilai tindakan oknum AMOL ini tidak mengakomodir slogan BRI ‘Melayani setulus hati’,”. ujar Donna Siregar.

“Seharusnya Pimpinan BRI cabang Sibuhuan tegas dalam hal ini, jika ada kekeliruan kas kenapa tidak dilapor ke pihak berwajib setelah dilakukan audit internal,” katanya.

Aneh, menurut Donna, ketika pihak BRI Cabang Sibuhuan baru membuat laporan ke pihak berwajib setelah klien mereka membuat laporan.

“Memang sah-sah saja namun ada sedikit kejanggalan karena muncul laporan tandingan. Kita percayakan saja kepada pihak penyidik di Polres Padang Lawas,” kata Donna.

Menurutnya, alasan yang disampaikan pimpinan cabang BRI Sibuhuan soal pemukulan terhadap kliennya tidak masuk akal.

“Apapun alasan yang disampaikan pimpinan cabang BRI Sibuhuan terkait insiden pemukulan itu tidak masuk akal. Kenapa, karena dalam pemeriksaan internal BRI Cabang Sibuhuan terhadap klien kami di ruang rapat BRI lantai 3 di mana dia hadir pasti mengetahui peristiwa itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, harusnya kasus ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Menurut kami permasalahan ini cepat selesai jika Pimpinan BRI Cabang Sibuhuan, cepat tanggap untuk menyelesaikan secara kekeluargaan terhadap klien kami,” sebutnya.

Ia menyebut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaporkan kembali pimpinan cabang dan AMOL BRI Sibuhuan ke Kanwil BRI Sumut, BRI Pusat, OJK, Ombudsman dan Komnas HAM atas tindakan mereka terhadap kliennya

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Sibuhuan, Heldin Suranta Tarigan menyebut pemukulan yang dilakukan AMOL BRI cabang Sibuhuan terjadi secara spontan.

“Karna kesal dan diangap berbelit belit saat ditanya masalah pembobolan ATM. Memang itu di luar ketentuan manajemen. Saya sendiri tidak melihat kejadian pemukulan itu terjadi setelah acara pemeriksaan internal usai. Saya saat itumeningalkan mereka berdua dalam ruangan.” kata Heldin.

“Dan mungkin ini emosinya (AMOL) karena itu kan pimpinannya yang menangani Kas ATM ini. Kesalah pahaman, makanya mungkin emosi pimpinan yang membidangi itu. Merasa dibodoh-bodohi sama anggotanya. Ini juga pemutar balikan fakta,” beber Heldin Suranta Tarigan. 

Reporter: Firdaus Hasibuan