Terkelin : Menangani Dua Bencana Butuh Kebersamaan

oleh -106 views

TANAH KARO Ditengah Pandemi Covid-19 masih mengkhawatirkan karena status Kabupaten Karo belum beranjak dari zona merah, kini datang lagi bencana erupsi Gunung Sinabung menimpa bumi Tanah Karo Siamlem. Mengatasi kedua bencana beda bentuk ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Namun dengan semangat kebersamaan yang kuat dan sinergitas antar semua sumber daya Kabupaten Karo diyakini menjadi modal mengatasi permasalahan yang cukup berat ini.

Hal itu terungkap saat rapat koordinasi penanganan bencana erupsi Sinabung yang dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH, Kepala BPBD Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, Ssos, dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, SH, Sik, Selasa siang (11/8/2020) di Posko Bencana Sinabung di Kantor Koramil 04/SE, Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo.

Dikesempatan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana menekankan kepada semua lintas OPD-nya, kerja-kerja konkret dan memberikan hasil yang maksimal kepada masyarakat terdampak erupsi bencana Sinabung. Solidaritas sosial dan empati akibat ke dua bencana ini sangat penting ditunjukkan untuk membangkitkan semangat saudara-saudara kita terdampak erupsi Sinabung. “Dengan kebersamaan yang kuat, kita yakin mampu melewati masa-masa sulit ini. Disamping itu, dalam penanganan bencana erupsi Sinabung, protokol kesehatan juga harus tetap dijalankan,” ajak Terkelin.

Hal sanada, Kepala BPBD Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, juga menekankan, pentingnya semangat kebersamaan antar lintas OPD sejajaran Pemkab Karo. Pemerintah wajib hadir disaat rakyat sedang mengalami kesusahan seperti saat ini, baik akibat dampak bencana Sinabung maupun dalam memutus penyebaran pandemi Covid-19.

“Hilangkan ego lintas sektoral, kerahkan semua sumber daya Kabupaten Karo, setelah itu berjalan, kalau ada kekurangan baru minta kepada Pemrpovsu. Pemprovsu tidak akan membiarkan Kabupaten Karo sendiri menghadapi musibah bencana erupsi Gunung Sinabung,” kata Riadil Akhir Lubis.

“Yang aling penting fokus kepada kesehatan dan keselamatan warga. Saya tahu, cobaan ini cukup berat dihadapi Kabupaten Karo. Belum lagi dampak ribuan hektar lahan pertanian warga. “Namun perlu juga saya ingatkan, jangan kait-kaitkan dengan politik, apalagi daerah ini ikut dalam tahun politik Pilkada serentak,” sebutnya.

Hal yang menarik disampaikan Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto. Hasil kerja kita harus dirasakan rakyat manfaatnya, konkret dan komprehensif, jangan ada yang jalan sendiri-sendiri. Utamakan skala prioritas, seperti, pembersihan debu erupsi di sektor-sektor umum, seperti jalan, jambur dan sarana umum lainnya, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.

Sementara Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono. Zona-zona bahaya yang sudah ditentukan dan ditetapkan pemerintah berdasarkan rekomendasi PVMBG harus dipatuhi. “Paling penting, radius 3 Km untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 Km untuk sektor Timur-Utara dan radius 3 Km untuk sektor Utara-Barat dari puncak Gunung Sinabung, harus betul-betul steril,” tegasnya.

Sedangkan Pengamat Gunung Api Sinabung di Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra menyebutkan, potensi erupsi susulan masih bisa terjadi. Memang sekarang, ada penurunan aktivitas Sinabung, tapi kita tidak tahu apakah itu betul-betul menurun, atau menghimpun kekuatan kembali.

“Paling penting masyarakat tidak memasuki zona-zona bahaya. Karena, potensi laharan, guguran awan panas maupun luncuran awan panas, bisa kapan saja terjadi tanpa bisa diprediksi sebelumnya,” tandasnya.

Reporter : Daniel Manik