LANGKAT | Aktivitas pengolahan minyak mentah menggunakan peralatan tradisional diduga ilegal tumbuh subur di Desa Paya Bangkoang Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).
Seakan tak memiliki rasa takut, aktivitas di dapur pengolahan minyak mentah yang berlokasi di Dusun ll Desa Paya Bangkoang
justru berlangsung secara terbuka di tengah permukiman warga.
Pantauan wartawan disekitaran lokasi, dapur pengolahan minyak mentah diduga ilegal di Dusun l terlihat aktif beroperasi. Asap hitam tampak mengepul dari area dapur, hingga mengeluarkan bau menyengat di sekitaran lokasi, Kamis (5/1/2026).
Selain itu, di lokasi dapur milik Sur alias AA, terlihat alat-alat penyulingan kondensat dan puluhan tangki fiber (baltank) kapasitas 1.000 liter turut mendominasi di areal dapur masak pengolahan minyak mentah (Kondensat).
“Sudah bertahun-tahun pengusaha disebut- sebut, Adi Ajaib itu main, tapi tak pernah tersentuh hukum. Kenapa penegak hukum gak bergeming, ada apa ini?,” ujar salah seorang warga meminta hak tolaknya.
Bukan hanya izin, praktik yang dilakukan AA dan mafia lainnya juga sangat berisiko. Di mana, kondensat atau hasil sulingannya berupa BBM jenis solar dan bensin, sangat rentan terbakar.
“Peralatan masak penyulingan berupa ‘bong’ hanya menggunakan drum bekas. Proses kerjannya jelas-jelas tak standar perusahan pengolahan minyak. Ini kan sangat berbahaya. Apalagi lokasinya dekat dengan pemukiman warga,” ketus narasumber.
Dia menambahkan, setiap dapur biasanya memesan minyak mentah yang didatangkan dari provinsi Aceh. Hasilnya kemudian dijual ke berbagai daerah diluar Kecamatan atau
diluar daerah Kabupaten.
Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi akan mengkroscek informasi aktivitas dapur masak pengolahan minyak mentah yang diduga ilegal tersebut.
“Terima kasih bang, nanti kita cek bang,” ujar Ghulam melalui via pesan WhatsAppnya kepada wartawan.
Diinformasikan, beberapa tahun lalu salah satu dapur penyulingan kondensat di Desa Paya Bengkuang sempat terbakar, diketahui satu pekerjanya dikabarkan kritis karena terbakar. (OD-20/Tim)







