Tiga Pelaku Jaringan Narkotika Antar Provinsi Diringkus, 9,43 Gram BB Disita

Singkil-ORBIT: Kepolisian Resort Aceh Singkil berhasil meringkus tiga pengedar dan seorang diantaranya bandar narkoba, dari lokasi berbeda, yang berasal dari Medan Sumatera Utara.

“Ketiga pelaku merupakan jaringan pengedar narkoba yang beraksi di wilayah Sumut dan Aceh,” ,kata Kasat Resnarkoba Iptu Mustafa, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (18/6) di Mapolres setempat.

Katanya, penangkapan ketiga pelaku berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan seringnya terjadi transaksi penjualan narkoba jenis sabu di wilayah Desa Kampong Baru Kecamatan Singkil Utara yang berangkat dari Medan dengan menumpang truk CPO.

Lantas pada Sabtu (15/6)  malam sekitar pukul 23.00 WIB Tim Satres Narkoba melakukan pengintaian.

Selanjutnya Minggu (16/6) sekitar pukul 08.00 WIB memantau terus truk CPO yang terparkir di Desa Kampong Baru.

“Kita mencurigai diduga seorang pengedar yang sedang duduk di belakang gubuk dekat truk parkir,” ucap Mustafa.

Sekira pukul 09.00 WIB tim langsung menangkap berinisial H yang merupakan warga Medan Sunggal. Namun ketika geledah badan, Polisi tidak menemukan barang bukti (BB).

Namun kami melihat dari belakang tempat duduk tersangka didapati bungkusan yang setelah dibuka ternyata berisi 12 paket sabu atau seberat 8,13 gram beserta HP dan pelastik les merah.

Setelah diintrogasi di Mapolres, H mengakui barang tersebut miliknya yang dibelinya dari seseorang di Medan Sumut inisial AW (47)alias O.

Hari itu juga sekitar pukul 24.00 WIB tim langsung memburu keberadaan pelaku AW di Medan.

“Tersangka diduga sering membawa dan mengedarkan sabu di wilayah Aceh Singkil ketika pulang dari Medan menumpang truk tangki perkebunan,” jelasnya.

Sesampai di Medan Senin (17/6) Polisi langsung menangkap D (28) yang diduga sebagai perantara. D mengaku barang tersebut dibelinya dari AW.

Pada pukul 05:30 WIB pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Sunggal dan perangkat desa setempat untuk memburu AW alias O. AW berhasil ditangkap di rumahnya kawasan Asam Kumbang Medan. Namun saat pengeledahan badan tidak ditemukan BB.

Namun sekira pukul 08.30 WIB kami menemukan bungkusan yang dicurigai BB dari pipa air pembuangan rumah setelah disiram air. Ternyata dalam bungkusan benar ditemukan BB ada 4 paket sabu.  berikut 3 buah plastik transparan serta plastik sedang.

Kemungkinan AW sudah mengetahui kedatangan Polisi, sehingga membuang BB ke pipa pembuangan. Saat disiram air banyak ternyata bungkusan keluar dengan berisi 4 paket tersebut atau berat 1,30 gram. AW juga mengakui barang tersebut diperolehnya dari seseorang lain berinisial J di wilayah Medan yang kini ditetapkan sebagai DPO. 

Masing-masing H dan AW dijerat dengan ancaman hukuman UU no.35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 dan 112, dengan ancaman minimal 20 tahun.

“Sementara D dijerat Pasal 114 dan 127 sebagai kurir dan mendapat barang narkotika secara cuma-cuma. (Pengguna dan kurir),” terang Mustafa. (Ao-09/10)