Sumatera Utara

Tim Pansel Diminta Seleksi Ketat Komisioner KPU Binjai

Binjai–ORBIT: Element masyarakat dan sejumlah LSM kota Binjai mewarning tim panitia pelaksana seleksi calon anggota KPU Kabupaten/Kota Sumut agar tidak main-main memilih lima komisioner Kota Binjai periode tahun 2018-2023. Seleksi tersebut diharap bebas dari masalah hukum.

“KPU Binjai ke depan harus bersih dari permainan kotor,” ujar Direktur LSM For People Samsudin Damanik kepada Orbit,Sabtu (11/8/2018) di Binjai.

Untuk mencari pengganti komisioner (Herry Dani, Drs H Labayk Simanjorang, Rafli Subakti, Chaisal Andrio dan Zulfan Effendi) periode tahun 2013-2018, Samsudin mendesak panitia segera menseleksi calon-calon profesional yang akan menduduki kursi tersebut.

“Diharapkan juga nama-nama kandidat yang diseleksi harus baik, teruji, terukur dan bermoral. Terkait bukti –bukti kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan 5 komisioner periode tahun 2013-2018, itu menjadi bukti ketidak profesionalnya plus sanksinya harus dicoret,” katanya.

Masyarakat juga memiliki hak untuk menilai kinerja 5 komisioner. Jika memang kinerjanya buruk, tentu masyarakat harus jujur menyatakan yang sebenarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur dan Pengurus LSM For People kota Binjai meminta tim seleksi KPU Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara menyelidiki dan mengaudit total 5 calon Komisioner KPU kota Binjai petahanan. Timsel sudah merilis ada 5 calon komisioner untuk KPU kota Binjai adapun nama–nama kelimanya Herry Dani, Drs H Labayk Simanjorang, Rafli Subakti, Chaisal Andrio dan Zulfan Effendi.

“Kami sudah melayangkan surat dan laporan kepada Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Sumut merekomendasikan agar 5 calon komisioner KPU kota Binjai petahana ini tidak diluluskan. Sebab, kelima komisioner patahana ini meninggalkan jejak rekam yang buruk di mata masyarakat kota Binjai,” ujarnya.

Samsudin menjelaskan kesalahan adalah tidak mampu melaksanakan amanat undang-undang dan peraturan, terbukti tidak mampu dan terkesan lalai melindungi dan menjaga kertas hologram hasil rekapitulasi suara pemilihan umum kepala daerah Walikota dan Wakil Walikota Binjai periode 2016-2021 yang berjumlah 1.191 keping plus tidak profesional menjaga dan melindungi brangkas uang tunai senilai Rp250 juta peruntukan dana operasional Pilkada periode 2016-2021 lalu yang raib tanpa jejak.

“Timsel diharapkan melakukan audit total kinerja ke lima komisionar itu ,” tegas Samsudin. Od-09

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait