HeadlineSumatera Utara

TKA Asal Tiongkok Serbu Proyek PLTU di Langkat, Masyarakat: Kalau Cuma Kuli, Ngapain Impor

Langkat-ORBIT: Meninggalnya satu pekerja asing dari Tiongkok, Yang Pei Tao di pelaksanaan Engineering, Procurement, And Construction (EPC) Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu unit 3 dan 4 berkapasitas 2×200 Megawatt di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat Sumatera Utara (Sumut) menguak fakta mencengangkan sekaligus mengiris hati warga lokal di daerah itu.

Alasannya, Yang Pei Tao yang diketahui meninggal, Selasa (5/6/2018) sore akibat tersetrum di proyek PT PLN itu tak sendiri. Sedikitnya ada 300-400 pekerja impor dari negeri berjuluk tirai bambu tersebut.

Dalam foto-foto dan video yang diterima Orbitdigitaldaily.com, para pekerja dengan mengenakan seragam orange dan topi putih ke luar-masuk di proyek itu. Tampak pula beberapa lainnya sedang bekerja di berbagai sudut proyek. Mulai dari mengelas dan melakukan pengukuran.

Menurut penuturan masyarakat setempat yang ada di sekitar proyek tersebut, pekerja asing tersebut bekerja dari level manager hingga pekerja kasar. “Mereka jumlahnya ratusan,  setiap hari hilir mudik di proyek tersebut,” jelas sumber yang enggan namanya ditulis, Selasa (5/6/2018) malam.

Untuk jenis pekerjaan dengan keahlian khusus, menurut dia, masih masuk akal jika dikerjakan oleh pekerja asing yang memiliki skill, namun menjadi miris jika pekerjaan kasar seperti mengorek parit dikerjakan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) yang rata-rata berusia muda.

 

“Coba bayangkan, jumlahnya ratusan, dan mereka mengerjakan pekerjaan kasar alias kuli, padahal kalau begitu saja, rasanya kita, orang lokal tidak kekurangan tenaga kerja sama sekali. Masih banyak sekali pemuda lokal berbadan sehat yang bisa kerja tanpa keahlian. Kalau cuma kuli, ngapain impor,” terang sumber.

Diterangkan dia, serbuan TKA tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun sejak proyek itu dimulai. “Setiap harinya, ratusan mereka hilir mudik di proyek tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, beredar foto-foto Yang Pei Tao, pekerja asing dari Tiongkok, Yang Pei Tao yang meninggal tersetrum di proyek PLTU itu. Kematian korban juga dibenarkan dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Kematian nomor 0834/L01000/2018-S1 oleh Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan.

Dalam surat itu, diterangkan Yang Pei Tao lahir di Heinan 18 Januari 1990 beragama Budha dengan nomor MR D18060154 dan Nomor Register D061800559. Dia tercatat beralamat Jalan Sei Dua, Desa Tanjung Pasir, Pangkalan Susu, Langkat Sumut.

Surat Keterangan Kematian Yang Pei Tao itu ditandatangani dr Febris Dian Ekayani sebagai dokter jaga.

Yang Pei Tao merupakan korban kesekian dalam proyek senilai Rp2,5 triliun tersebut. Sebelumnya, pada Mei 2017 lalu, Didi Yuriansyah, 25 tahun, karyawan PT Humbei juga tewas karena jatuh dari ketinggian 46 meter di proyek pembangunan PLTU 2 Sumut, Dusun VI Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Minggu (7/5/2017) sekira pukul 17.00 WIB.

Tak sampai di sana, bulan sebelumnya, yakni April 2017, sedikitnya 8 pekerja mengalami luka-luka dan patah tulang. Kecelakaan itu terjadi saat para pekerja memasang boiler.

Berdasarkan informasi dihimpun, pada 2016 lalu, Dirreskrimsus Polda Sumut pernah mengamankan pekerja asing dari tiga perusahaan penyalur yakni PT Sinohydro Erection, PT Indo Pusat Bumi dan PT Heibei Jiankan Indonesia.

Dari 18 orang yang diamankan, 15 di antaranya tidak memiliki izin tertulis berupa Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

Ke-18 pekerja asing yang diamankan tersebut semuanya berasal dari Tiongkok. Enam pekerja yang berasal dari PT Sinohydro Erection, yakni Liu Zhibin (63 tahun), Si Chao (36), Yang Junle (32), Lin Wei Wei (31), Ding Xian Qun (46), dan Zhao Guangjun (33).

Sementara enam orang lain yang berasal dari PT Indo Pusat Bumi, yaitu Lie Cing Sheng (54), Shi Hua Jun (43), Liu Jing Feng (54), Li Wen Jung (60), Guo Hai Yuan (38), dan Li Yu Zhu (51). Lalu enam orang lagi dari PT Hebei Jiankan Indonesia, yakni Hu Peng (33), Li Pengfei (23), Liang Libo (33), Xu Lianwei (34), Zhang Cong (25), dan Zhang Meng (28).

Para pekerja asing ini, umumnya dipekerjakan sebagai buruh kasar di bagian konstruksi ini rata-rata tidak dilengkapi dengan dokumen kerja di Indonesia. Mereka dijerat Pasal 42 Ayat 1 dan atau Pasal 185 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Pasal 19 Ayat 1 dan atau Ayat 2 Pasal 55 UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan atau Pasal 122 huruf a dan b UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Diketahui, kontrak proyek PLTU Pangkalan Susu Unit 3 dan 4 diteken 15 Juli 2013 oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) saat itu Nur Pamudji dengan Chief Representative Sinohydro Corporation Limited Deng Xi mewakili konsorsium Sinohydro Corporation Limited – PT Nusantara Energi Mandiri sebagai kontraktor pembangunan.

PLTU Pangkalan Susu adalah pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara. Proyek ini merupakan PLTU yang termasuk program percepatan (Fast Track Program/FTP) 10 ribu MW tahap II. Or-07

Komentar Facebook
Menampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait