ACEH TAMIANG | Rasa takut dan trauma mendalam masih membayangi warga Desa Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat, 28 November 2025 lalu. Setiap kali hujan turun, terutama pada malam hari, kecemasan warga kembali muncul karena khawatir air akan naik tiba-tiba seperti sebelumnya.
Sejumlah warga sempat terisolir selama empat hari akibat akses jalan menuju desa terputus dan dipenuhi material lumpur serta kayu gelondongan. Banjir besar itu juga merendam sebuah pesantren dengan ketinggian air hampir mencapai 10 meter, serta menghancurkan beberapa bagian bangunan Pesantren Darul Mukhlisin di Jalan Family, Desa Tanjung Karang, yang menjadi akses utama menuju Desa Menang Gini.
Sunardi, salah seorang warga Desa Mendang Gini yang menjadi saksi kejadian, menuturkan bahwa peristiwa tersebut berlangsung sangat mencekam. Arus banjir membawa banyak kayu gelondongan dan merusak hampir separuh pemukiman warga.
“Ya, masih terasa trauma kalau malam hujan turun. Takut air naik lagi. Masih banyak kayu berserakan di jalan,” ungkapnya.
Dalam kejadian tersebut, sekitar 200 warga Desa Mendang Gini berhasil selamat setelah mengungsi ke sebuah bangunan tiga lantai yang menjadi tempat perlindungan. Namun, satu orang warga meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya saat berada di pengungsian.
“Ada satu korban jiwa, tapi bukan karena terbawa arus. Beliau sakit selama dua malam di tempat pengungsian. Sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi kondisinya memburuk karena minimnya pelayanan dan penanganan medis,” jelas Sunardi.
Air banjir yang membawa kayu gelondongan berbagai ukuran menyapu sejumlah rumah warga. Menurut keterangan warga, air mulai naik sekitar pukul 17.00 WIB, lalu mencapai puncaknya pada malam hari. Sebanyak 200 warga dari sekitar 150 kepala keluarga mengungsi ke bangunan tinggi tersebut hingga kondisi dinyatakan aman.
Hingga Senin, 8 Desember 2025, warga mulai menerima bantuan berupa air bersih, logistik, serta pakaian. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera membantu memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat banjir tersebut.
(OM/011)







