Tuntut Pencairan Belanja Makanan dan Minum, Puluhan Tenaga Medis RSU Kabanjahe Mogok Kerja

oleh -253 views
Puluhan Tenaga Medis RSU Kabanjahe Mogok Kerja

TANAH KARO- Puluhan perawat tenaga medis yang bekerja di RSUD Kabanjahe, mogok kerja menghentikan sejumlah unit pelayanan kesehatan bagi publik, dimasa pandemi Covid-19, Jumat (14/8/2020), sekitar pukul 11.00 WIB di halaman RSUD Kabanjahe.

Adanya demo tenaga medis RSU Kabanjahe dipicu masalah, tidak jelasnya pencairan belanja, makanan dan miniman pegawai sebanyak Rp40.000 perhari, dan belanja penambah daya tahan tubuh pegawai RSU Kabanjahe, sebanyak Rp19.000 perhari.

Menurut, salah seorang perawat IGD, aksi ini terpicu karena adanya permasalahan didalam internal RSU Kabanjahe sesama tenaga medis yang bertugas, tidak ada penyelesaian dari pihak pimpinan RSU.

“Padahal masalah ini sudah disebar dalam Group Whatsapp tenaga medis lingkup RSU Kabanjahe. Namun tidak ada mendapat respon dan tanggapan, dari pihak berkompeten. Itulah penyebab terjadinya mogok kerja tenaga medis,” terangnya.

“Sebenarnya permasalahan itu sepele, perawat tenaga medis ingin meminta penjelasan, terkait kepastian belanja makanan dan minuman harian pegawai perharinya sebesar Rp. 40.000 dan belanja penambah daya tahan tubuh petugas RSU Kabanjahe sebesar Rp. 19.000, saat jaga dimasa pandemi Covid-19, supaya dikompensasikan dalam bentuk uang, itu saja,” katanya

Mengetahui aksi mogok kerja tenaga medis RSU Kabanjahe, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH langsung menemui para tenaga medis RSU Kabanjahe yang berunjuk rasa, dan mengajaknya berdialog mencari akar masalah sebenarnya.

Ditengah dialog, Terkelin, mengingatkan supaya Direktur RSU Kabanjahe memberi penjelasan dengan transparan. Apa hak perawat berikan, jangan ada yang mempermainkan, ini bagi saya tidak mentolerir apabila ada oknum yang nakal.

Semua harus sesuai protap, ada Standar Operasional Prosedur) ruangan (SOP) untuk perawat dan SOP pasien,” tandasnya.

“Tenaga medis RSU Kabanjahe harus mampu bertugas mendukung program pemerintah, dengan berbuat 3T (Tracing, Testing, Treatment), sebab dengan semangat ini ada transparan dan akuntabilitas,” jelas Terkelin.

Sementara Direktur RSUD Kabanjahe dr Arjuna Wijaya SpP, mengaku, tidak memiliki kewenangan dalam merubah kebijakan yang telah tercatat dalam RKB berjalan, sebab harus dikordiansikan dulu dengan pihak inspektorat,” ungkapnya.

“Kedepan apa yang menjadi atensi Bupati, pihaknya akan menertibkan dengan pembuatan standar prosedur operasional dalam bertugas,” katanya.

“Menanggapi adanya tuntutan perawat tenaga medis, Kepala Inspektorat Kab Karo melalui Kabid Riadil Tarigan menyatakan bahwa sesuai Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) yang tertulis bahan vitamin, makanan dan minuman, seyogianya tidak dapat dikompensasikan ke bentuk uang lelah yang di kemas dalam sebulan sekali, untuk diambil.

“Hal ini, tidak dibenarkan, karena akan menjadi temuan hukum dikemudian hari, namun solusi jika ingin mengubah, silahkan rapatkan internal dan ubah RKB apa yang diinginkan para tenaga medis,” pungkasnya.

Mendengar penjelasan Bupati dan pihak Inspektorat, akhir para tenaga medis memubarkan diri dengan tertib.

Reporter : Daniel Manik