Ungkap Penjualan Beras Subsidi di Desa Lalang, Pemilik Toko Dipaksa Teken Surat Pernyataan Penitipan

oleh -1.275 views
Surat pernyataan yang menurut Syahrul dipaksa kan kedirinya untuk ditandatangani Syahrul. (orbitdigitaldaily.com/Riza Vahlevi)

DELISERDANG – Pascaterungkapnya dugaan penjualan 300 kg beras subsidi sisa dari Pasar Murah di Desa Lalang, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang Tahun 2020, ada cerita memilukan dirasa pemilik toko di Jalan Sei Mencirim, Syahrul.

Ditemui wartawan orbitdigitaldaily.com beberapa waktu lalu, Syahrul mengaku didatangi oknum Kadus II Desa Lalang, Irw, untuk membeli 30 goni beras seberat 10 kg itu.

Pengakuan Syahrul, Irw saat itu memintainya tolong oleh Kadus. Karena tak tahu menahu menerima beras itu dan membayarnya Rp95 ribu.

Belakangan, akibat pengakuannya, Syahrul mendapati perlakuan tak mengenakan dari oknum Kadus II.

Ia mengaku dihina, dikatai bodoh karena telah mengungkap apa yang dilakukan oknum Kadus II, Indr yang menjual beras subsidi itu kepadanya.

“Saya dibilangnya bodoh karena memberi tahu kepada wartawan kalau beras itu dijual. Memang saya tamat SMP tapi bukan pencuri,” ujar Syahrul.

Terjadi perdebatan antara mereka kedua ungkap Syahrul. Menurutnya, oknum Kadus II Irw kemudian memintanya untuk menandatangani surat pernyataan.

Isi surat pernyataan itu, bahwa Syahrul, menyatakan bahwa beras yang diserahkan kepada Irw adalah dititipkan kepadanya untuk dijual kepada masyarakat miskin dengan harga Rp80 ribu per kilogram.

“Jadi dia bilang ke saya, sudah tandatangani saja pernyataan ini. Kalau enggak kenak kita semua. Saat itu lah saya dikatainya ‘bodoh kali kau’. Di situ saya gak terima, memang saya tamat SMP tapi jangan seperti itu lah,” sebutnya.

Karena terus didesak, ujar Syahrul, dirinya kemudian menandatangani surat tersebut. Namun, menurut Syahrul, ia merasa tidak nyaman karena dia tidak melakukan hal itu.

“Memang saya tandatangani, tapi ya namanya batin ini tidak terima. Karena saya memang tidak melakukan hal seperti yang ada dalam surat pernyataan itu,” paparnya lagi.

“Jadi saya disuruh mengaku nitip, saya merasa ini paksaan. Saya gak terima dibilangnya bodoh, orang tua saya saja tidak pernah menyebut saya bodoh. Aku ya panas (kesal) lah,” tambahnya lagi.

Ia mengaku siap bersaksi bahwa dia merasa dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan yang disodorkan oleh Kadus II Desa Lalang.

“Saya siap untuk bersaksi karena saya memang dipaksa nya (Kadus II) untuk menandatangani surat pernyataan itu,” pungkas Syahrul.

Sementara itu, Kadus II Irw yang dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com mengaku bahwa apa yang dituduhkan kepadanya itu tidak benar.

“Tidak benar itu semuanya, bukan seperti itu ceritanya,” ujar Irw singkat via selulernya kemarin.

Namun ketika ditanya apa tanggapan Kades Lalang, Indr, yang kabarnya menugaskan penjualan beras itu, Irw tak urung berkomentar banyak. “Nanti lah, pak. Kami masih ada kerja,” ungkapnya.

Reporter: Riza Vahlevi