Hukum & Kriminal

Urus KTP, Kades Suka Maju Diduga Kutip Rp100 Ribu

Madina-ORBIT: Kades Suka Maju Kecamatan Natal, Kabupaten MadaiIing Natal (Madina) berinisial AR diduga mengutip biaya sebesar Rp100 ribu dari warga dalam pengurusan E-KTP.

Hal tersebut disampaikan Hendra Barani Hutasuhut, Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (Pk-KNPI) Natal kepada Wartawan, Rabu (5/9/2018).

“Ada laporan masyarakat sama kita, diduga Kades Suka Maju kutip Rp100 ribu dari warga saat mengurus E-KTP,” katanya.

Hendra Barani mengaku kecewa dengan tindakan tersebut. Karena setiap pejabat dan petugas pemerintahan baik di desa, kelurahan atau kecamatan yang melakukan pungutan biaya kepada penduduk dalam pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp75 juta.

“UU yang baru pasal 95 B yang tadi pada desa, kelurahan dan kecamatan, nggak boleh pejabat perintahkan pungutan biaya dalam pengurusan dokumen kependudukan. Nanti bisa dipidana paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp75 juta. Dokumen kependudukan bukan hanya KTP, bisa Kartu Keluarga (KK), Akta Lahir dan sebagainya,” jelasnya.

Ia berharap agara pemerintah perangkat desa tidak memberatkan masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan. “Berikanlah pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya.

Katanya, persoalan biaya transport untuk mengambil E-KTP itu adalah alasan yang sangat klasik. “Saya mengaharapkan agar masyarakat untuk berperan aktif dan melaporkan apabila ada pungutan seperti ini, dan pihak-pihak yang berwajib untuk dapat memfollow up dugaan pungutan liar ini”, tambahnya.

Sementara itu, Kades Suka Maju yang dihubungi membantah terkait adanya dugaan pengutipan tersebut. Katanya, adanya pungutan Rp100 ribu yang dimaksudkan adalah salah paham.

“Untuk pengurusan KTP itu bukan saya, itukan warga. Ceritanya, kemaren ada mereka foto buat KTP di Natal, kan waktu itu dimana yang terahir itu, itukan yang jadi di Suka Maju, Lima Puluh. Nah, ibu ini ikut foto, cuman enggak jadi. Terus, yang Lima Puluh itu sudah dikasihkan sama mereka, yang ini mereka warga biasa ngurus ke kabupaten, biasa mintak tolong, dibantulah,” terang Kades melalui selulernya. Od-Afn

Komentar Facebook

Artikel Terkait