Urus Sertifikat Prona Wajib Bayar, BPN Atam Minta Datok Penghulu Kembalikan Uang Warga

oleh -648 views
Kepala Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional (KTU BPN) Aceh Tamiang, Karimuddin saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Senin (17/9). ORBIT/Sutrisno

Aceh Tamiang-ORBIT: Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Tamiang meminta agar Datok Penghulu Suka Rahmat, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Daya Winata mengembalikan uang yang dikutipnya dari warga untuk mengurusi sertifikat Program Nasional Agraria (Prona).

“Kalau ada datok penghulu melakukan pungutan liar (Pungli) kepada warga terkait pengurusan sertifikat Prona, saya harapkan, agar uang warga yang pungli itu segera dikembalikan saja kepada warga, karena itu sudah menyalahi aturan,” kata Kepala BPN Aceh Tamiang, Ramli melalui Kepala Tata Usaha (KTU) BPN setempat, Karimuddin

Sebenarnya, tambah Karimuddin, biaya pengurusan sertifikat Prona ditanggung sendiri oleh masyarakat (perserta) Prona. Seperti biaya materai, foto copy pemerkasan (dokumen), pemasangan tanda batas  (patok) lahan milik warga, perjalanan Datok ke BPN dalam rangka perbaikan data.

“Semua itu biayanya ditanggung oleh peserta Prona. Namun itu harus disepakati melalui musyawarah bersama,” terang Karumuddin.

Disinggung apa sanksi bagi Datok Penghulu melakukan Pungli terhadap warga terkait pengurusan sertifikat Prona, Karimuddin mengatakan, sejauh ini belum ada warga yang melaporkan hal itu. Namun bila dari awal kegiatan itu ada warga yang melaporkan, dari awal pihaknya bisa memabatlkan lokasi pemohonan Prona tersebut.

“Tapi kalau sekarang kan tidak bisa dibatalkan, karena sudah terdaftar,” terangnya.