Hukum & KriminalSumatera Utara

Warga Desa Tongging Geger, Satu Escavator Dibakar OTK di Dolok Horbingan

Kabanjahe-ORBIT: Pembakaran satu unit alat berat jenis eskavator merek Komatsu oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Rabu (24/10) sekira pukul 02.00 WIB dinihari membuat geger warga di daerah itu.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir Rp200 juta. Hingga saat ini pelakuknya masih dalam pencarian petugas.

Diduga terjadinya pembakaran alat berat escavator itu bermotif persaingan bisnis. Namun untuk memastikan penyebabnya pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti untuk pengembangan selanjutnya.

Peristiwa itu diketahui berawal dari adanya telepon yang menghubungi Jonlashot  (40) warga Desa Pancur Batu Kecamatan Merek Kabupaten Karo selaku penyewa alat berat itu dari Elvis Sinaga warga Desa Tongging.

Ia mengatakan alat berat escavacator yang dia sewa parkir di Dolok Horbingan (pembukaan jalan baru) telah terbakar orang tak dikenal.

Setelah menerima telepon dari Elvis Sinaga, untuk memastikan kejadian selanjutnya Jonlashot Girsang menghubungi Rudianto Panjaitan(52) tani, warga Desa Sibolangit Kecamatan Merek supaya  melihat keadaan alat berat yang parkir di pembukaan jalan baru Bukit Horbingan.

Tanpa menunggu khabar dari Rudianto Panjaitan, selanjutnya sekitar pukul 08.00 WIB Jonlashot Girsang beranjak menuju TKP, sesampaimya di tempat kejadian dia bertemu dengan Rudianto Panjaitan dan mendapati alat berat yang dia sewa masih berasap karena dibakar OTK.

Warga desa Tongging yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke Mapolsek Tigapanah, sekitar pukul 08.00 WIB anggota Polsek Tigapanah tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.

Kapolsek Tigapanah AKP B Manurung melalui Kanit Reskrim Iptu Ngemok Ginting saat dikonfirmasi M24 Rabu (24/10) membenarkan kejadian pembakaran alat berat yang diduga dilakukan OTK.

Ketika ditanya motif dari kejadian itu, menurut Kanit Reskrim Iptu Ngemok Ginting mengatakan sedang kita lakukan penyelidikan , sementara korbannya belum membuat laporan pengaduannya kepada polisi.

“Kepada saksi akan kita lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangannya, dan barang bukti berupa ban bekas yang diduga alat pembakarannya telah kita amankan. Kerugian ditaksir lebih kurang Rp 200 juta,” kata Ginting. Od-Dam

Komentar Facebook

Artikel Terkait