Warga Desak Galian C di Tigapanah dan Merek Stop Beroperasi

Salah satu lokasi galian C yang disoal warga. ORBIT/David

Karo-ORBIT: Masyarakat Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, mendesak pemerintah Kabupaten Karo dan Polres Tanah Karo untuk menertibkan sejumlah galian C yang ada di Kecamatan Tigapanah dan Merek, untuk stop operasi.

Mereka menyebut, kegiatan galian C itu telah mencemari aliran sungai irigasi Parikgalang dan sungai Laumbelin di desa Suka, yang diakibatkan karena limbah galian di daerah hulu sungai.

Sedangkan sungai tersebut diatas merupakan sungai yang mengaliri sawah dan perladangan masyarakat Desa Suka, dan sehari-harinya dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga, peternakan dan pertanian masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan adanya surat pernyataan keberatan yang ditanda tangani ratusan warga Suka kepada kepala desa tertanggal 13 Juli 2017, dan surat lanjutan dari kades kepada Camat Tigapanah tertanggal 17 Juli 2017.

Kepala desa Suka Rahmadi Agung Ginting yang dikonfirmasi wartawan, menyebutkan, sudah sejak dua tahun lalu permasalahan keberatan masyarakat desa Suka atas keberadaan galian C tersebut disampaikan. Namun sampai saat ini penanngannya terkesan lamban, belum ditindak lanjuti secara maksimal.

“Kami sudah melakukan tiga kali pertemuan. Bahkan yang terakhir di bulan Oktober 2018 kami sempat bertemu di aula kantor Bupati Karo di Kabanjahe. Dan hasil kesepakatan kami, mulai hari itu sebanyak tujuh lokasi galian C yang dimaksud, tidak bisa lagi beroperasi. Bagi yang mau melanjutkan usaha galian C harus menyiapkan izin dulu, dan harus sesuai SOP,” jelas kepala desa kepada wartawan, belum lama ini.

Yang hadir pada rapat di aula kantor Bupati Karo waktu itu adalah perwakilan dari dinas PUPR Karo, Lingkingan Hidup Karo, Kabag Hukum, unsur Muspika dan para pengusaha galian C serta 10 orang perwakilan masyarakat Suka, termasuk dari pihak Polres Tanah Karo.

Menurutnya, selain telah mencemari aliran sungai irigasi Parikgalang dan sungai Laumbelin di desa Suka, efek galian tersebut juga sempat merusak pipa distribusi air PDAM Tirta Malem yang berada di samping saluran irigasi. Dan masyarakat sudah sempat mendatangi kantor PDAM Tirta Malem Kabanjahe dan hampir bentrok.

Camat Tigapanah Data Martina Beru Ginting Ap MSi yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya tidak menjawab. Melalui pesan SMS disampaikan, belum mengetahui permasalahan tersebut. Isi sms tertulis;  Maaf ya pak, terima kasih infonya. Saya malah baru tahu. Saya cek dan ricek dulu.

Pantauan wartawan, sejumlah galian C di wilayah Kecamatan Tigapanah dan Merek masih bebas beroperasi. Od-Vid