MEDAN | Keluarga besar Punguan Pomparan Siraja Hutagalung (P2SRH), Boru, Bere dohot Ibebere Kota Medan sekitarnya menggelar kebaktian bersama di Wisma Tarabunga, Kota Medan pada Minggu (15/3/2026).
Semangat persaudaraan dan kekuatan iman mewarnai pertemuan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari sembilan sektor yang tersebar di Kota Medan itu bukan sekadar ibadah rutin.
Momen lepas rindu menjadi ruang mempererat tali persaudaraan lintas generasi sekaligus menjadi ajang doa dan dukungan moral kepada Pendeta Dr Tony Hutagalung MSc dalam pemilihan Eporus Huria Kristen Indonesia (HKI) pada 25-29 Maret 2026 di Hotel Danau Toba Internasional, Medan.
Mengusung tema “Pelihara Kasih Persaudaraan” yang diambil dari Ibrani 13:1, kebaktian berlangsung khidmat, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan terasa ketika ratusan anggota marga Hutagalung berkumpul dalam satu ikatan iman, budaya, dan kasih persaudaraan.
Dalam khotbahnya, Pendeta Dr Tony Hutagalung MSc menekankan pentingnya kasih sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan keluarga besar, gereja, dan kehidupan sosial.
Menurutnya, kasih persaudaraan bukan hanya slogan, melainkan panggilan iman yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, saling menopang, saling menguatkan, dan tetap menjaga kerukunan di tengah berbagai tantangan zaman.
Tak hanya menjadi momentum rohani, kegiatan ini juga sarat makna organisatoris dan kebersamaan adat. Ratusan anggota P2SRH menunjukkan soliditas keluarga besar Hutagalung di Kota Medan yang terus menjaga nilai-nilai persatuan, budaya, dan spiritualitas di tengah perkembangan zaman.
”Kita tabah menghadapi kehidupan sulit karena selalu berpikiran positif dan pembebasan dari Tuhan. Untuk itu teruslah pelihara kasih persaudaraan sebagaimana nasehat Rasul Paulus kepada umatNya” terangnya.
Ketua Umum P2SRH Kota Medan, Henry Jhon Hutagalung SE SH MH didampingi pengurus mengatakan kebaktian ini sebagai bentuk nyata mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat semangat pelayanan di lingkungan keluarga besar Hutagalung.
Menurutnya, tema “Pelihara Kasih Persaudaraan” menjadi pesan penting agar seluruh pomparan Hutagalung tetap hidup dalam kebersamaan, saling menghormati, dan menjunjung nilai damai dalam kehidupan sehari-hari.
Henry Jhon yang juga anggota DPRD Kota Medan ini menegaskan, kebaktian bersama ini sekaligus menjadi bentuk dukungan moril dan doa bersama bagi Pendeta Dr Tony Hutagalung MSc yang dipercaya mengikuti proses pemilihan Eporus HKI dalam Sinode HKI ke-65
“Keluarga besar Hutagalung Kota Medan mendoakan seluruh proses yang dijalani Pendeta Dr Tony Hutagalung dalam penyertaan Tuhan. Harapan kami, apa pun yang menjadi kehendak Tuhan, itulah yang terbaik bagi pelayanan HKI ke depan,” katanya.
Tak hanya Henry Jhon, Sanggam Hutagalung selaku penasehat P2SRH Kota Medan mengajak seluruh marga Hutagalung untuk saling melayani dan mengabdikan diri. Sebab, jika bukan marga Hutagalung tak mungkin marga lain yang membesarkan nama baik Siraja Hutagalung.
Selain itu, Sanggam Hutagalung berharap Pendeta Dr Tony Hutagalung dapat terpilih menjadi pucuk pimpinan gereja HKI lewat sistem “Manjomput na Tarsurat” .
Selanjutnya, rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh sukacita. Selain ibadah dan doa bersama, kegiatan juga diisi dengan ramah tamah serta penguatan kebersamaan dan foto bersama antaranggota dari berbagai sektor.
Nuansa kekeluargaan kian terasa saat peserta saling bersalaman, berbincang, dan mempererat hubungan antar-generasi dan diakhiri makan bersama.
Bagi keluarga besar P2SRH Kota Medan, kebaktian umum ini bukan sekadar identitas genealogis, tetapi juga wadah untuk merawat nilai-nilai kasih, persatuan, dan pengabdian.
Di tengah dinamika kehidupan era digital yang kerap menjauhkan relasi kekeluargaan, keluarga besar Hutagalung akan terus memelihara persaudaraan untuk melahirkan kekuatan sosial yang kokoh dan solid.
Kemudian, kebaktian umum dan doa pemberangkatan Pendeta Dr Tony Hutagalung diharapkan menjadi titik tolak lahirnya semangat baru bagi pomparan Siraja Hutagalung di Kota Medan dan menjadi berkat di tengah gereja maupun masyarakat. * OM – 09.








