MEDAN | Seorang pelajar SMK di Kota Medan dilaporkan ke polisi setelah diduga melakukan tindak pidana pengrusakan kaca spion mobil milik warga saat antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Jamin Ginting KM 10,5, Simpang Selayang, Rabu (11/3/2026).
Pelajar tersebut diketahui berinisial MPA (18), siswa kelas XII SMK Telkom 1 Medan. Ia diduga merusak kaca spion sebelah kanan mobil Toyota Fortuner warna silver metalik yang sedang berada di area antrean SPBU.
Tak hanya diduga melakukan pengrusakan, pelajar itu juga disebut sempat mengeluarkan kata-kata kasar dan ancaman kepada pengendara mobil, sehingga menambah kepanikan di lokasi kejadian.
Korban, Beatrix Angela br Tarigan (21), mengaku keberatan atas tindakan tersebut dan memilih menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polsek Medan Tuntungan.
“Laporan kami sudah diterima dengan nomor LP/B/113/III/2026/SPKT/Polsek Medan Tuntungan/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara,” ujar Beatrix usai membuat laporan.
Menurut Beatrix, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat dirinya bersama penumpang lain sedang menunggu giliran mengisi BBM.
“Tiba-tiba terlapor ini datang menghampiri dan langsung memukul kaca spion sampai pecah. Kami pun terkejut. Bahkan ia sempat melontarkan kalimat kurang etis,” ungkapnya.
Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp6 juta, sekaligus trauma akibat tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan dan kenyamanan di ruang publik.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Medan Tuntungan bergerak cepat dan mengamankan terduga pelaku pada Jumat (13/3/2026) siang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, proses hukum masih berjalan. Aparat kepolisian mendalami motif kejadian sekaligus menindaklanjuti laporan korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Evaluasi Karakter
Peristiwa ini menjadi pengingat penting untuk menguasai emosi sesaat yang dapat berujung pada konsekuensi hukum, terlebih bagi pelajar yang seharusnya menjadi teladan dalam bersikap di ruang publik.
Dunia pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter agar generasi muda lebih mampu mengendalikan emosi, menghargai orang lain, dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. OM-09
Pelajar SMK di Medan Dilaporkan Rusak Kaca Spion Mobil saat Antre BBM








