Aceh  

Harga Ikan Melonjak Akibat Musim Barat di Aceh Selatan

ACEH SELATAN | Harga ikan di sejumlah kios di Aceh Selatan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga ini dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang dipengaruhi oleh angin barat, sehingga menyulitkan nelayan untuk melaut.

Para pedagang ikan mengaku, cuaca ekstrem yang terjadi di kawasan Samudera Hindia, seperti angin kencang dan badai, berdampak langsung pada ketersediaan ikan.

“Kadang terjadi angin badai di laut, sehingga para pencari ikan sulit melaut,” ujar Nanda, salah satu pedagang ikan di kawasan Tapaktuan. Rabu, (23/7).

Harga ikan tuna, yang sebelumnya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, harga ikan gembung mencapai Rp60.000 per kilogram, ikan tongkol Rp35.000 per kilogram, dan udang naik menjadi Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

“Selain langka, ikan juga sulit didapat karena cuaca yang tidak menentu di laut,” tambah seorang pedagang lainnya.

Nelayan di kawasan Meukek, Bay Bay, juga mengakui bahwa musim barat membuat aktivitas melaut menjadi lebih berisiko.

“Setiap kali ingin melaut, kami harus memeriksa kondisi cuaca terlebih dahulu. Sekarang ini arah angin sedang mengarah ke barat, dan ini biasa disebut sebagai perebutan antara angin barat dan timur,” jelas Bay Bay.

Musim barat yang biasanya terjadi antara bulan Mei hingga September memang sering membawa angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan tradisional di wilayah pesisir.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan kepada nelayan dalam bentuk informasi cuaca yang akurat dan bantuan alat keselamatan, agar mereka tetap dapat mencari nafkah dengan aman di tengah cuaca ekstrem.

Reporter : Yunardi