Aceh  

Indeks SPI Abdya Sempat Tertinggi di Aceh, Bupati Ajak Seluruh Pihak Berkolaborasi

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin S.Sos MSP

ABDYA | Setelah sempat meraih predikat tertinggi se-Aceh dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini membidik lonjakan skor di tahun 2025, kata Bupati Abdya dalam acara pembukaan Bimtek yang diikuti unsur pimpinan di pemerintahan setempat.

Pantauan awak media, Bimtek tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan, Kamis, (14/8/2025) diikuti seluruh SKPK dan para camat dari sembilan kecamatan, digelar untuk memperkuat kesadaran jajaran aparatur pemerintah terutama terhadap pentingnya integritas sebagai benteng pencegahan korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya.

Kepala Inspektorat Abdya, Amiruddin Adi dalam laporannya menjelaskan, bahwa SPI KPK melibatkan tiga kelompok responden, yaitu responden internal, eksternal, dan pakar untuk memastikan penilaian yang objektif dan akurat.

“Responden internal merupakan masukan dari pegawai atau aparatur di lingkup Pemkab Abdya, sementara respon eksternal merupakan pengguna layanan atau mitra kerja pemerintahan, dan expert diberikan oleh pakar atau tokoh yang memahami kondisi pemerintahan di Abdya,” kata Amiruddin.

Dia,menyebutkan, survei ini nantinya akan dikirimkan melalui tautan WhatsApp resmi dari KPK. Partisipasi aktif sangat diperlukan untuk menghasilkan penilaian yang objektif dan akurat.

Disampaikan Amiruddin, indeks SPI pada 2023, Abdya mencatat nilai 76,37 persen yaitu berada di nilai tertinggi se-Aceh, namun turun menjadi 73,31 persen pada 2024. Oleh sebabnya, untuk penilaian SPI tahun 2025 ini ia mengajak agar seluruh pihak dapat berkolaborasi dengan komitmen bersama.

“Prestasi ini menjadi motivasi kita bersama untuk terus mempertahankan dan meningkatkan integritas di semua sektor pemerintahan. Partisipasi aktif semua pihak sangat menentukan,” cetusnya Amiruddin.

Sementara itu, Bupati Safaruddin dalam pidato arahannya menegaskan, bahwa SPI bukan sekadar survei, melainkan instrumen evaluasi yang konkret untuk memperbaiki dan menguatkan sistem tata kelola pemerintahan.

“Kita semua harus aktif dan mendukung penuh kegiatan ini. Ini bagian dari evaluasi sekaligus refleksi bagi kita semua untuk terus memperbaiki sistem pelayanan publik,”kata Safaruddin.

Ia berharap, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif, sehingga hasil SPI Abdya pada tahun 2025 dapat lebih baik dan menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola pemerintahan.

“Harapannya hasil SPI Abdya di tahun 2025 dapat lebih baik dan menunjukkan kemajuan jauh lebih meningkat lagi kedepannya,”demikian pinta tegas Bupati Abdya Safaruddin.

Reporter : Nazli