Ketum Pemuda Al Washliyah Ajak Generasi Muda Rapatkan Barisan Dukung Kemandirian Pangan

Ketua Umum Gerakan Pemuda Al Washliyah Aminullah Siagian. Ist

JAKARTA | Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, mengajak generasi muda Indonesia untuk tetap solid dan berperan aktif mendukung program kemandirian pangan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak politik internasional.

Menurut Aminullah, situasi dunia yang terus berubah telah memberi dampak pada berbagai sektor, termasuk perekonomian nasional. Karena itu, pemuda tidak boleh larut dalam kekhawatiran atau terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.

“Situasi global memang penuh tantangan. Namun sebagai generasi penerus bangsa, kita tidak boleh kehilangan arah dan pegangan. Nilai-nilai agama harus menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan,” ujar Aminullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia menegaskan bahwa bangsa saat ini membutuhkan kerja nyata dan kontribusi positif dari kalangan muda, bukan narasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen kebangsaan, PP GPA menyatakan dukungan terhadap berbagai program strategis nasional yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang kemandirian pangan, ketahanan energi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Aminullah, ketiga sektor tersebut merupakan fondasi penting untuk memperkuat perekonomian nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.

“Pemuda harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Kita perlu ikut mengawal dan menyukseskan program pemerintah agar cita-cita kemandirian pangan, ketahanan energi, dan pemerataan kesejahteraan dapat terwujud,” katanya.

Ia menilai berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan semangat gotong royong, dan mempererat persatuan.

Di akhir pernyataannya, Aminullah menginstruksikan seluruh jajaran Pemuda Al Washliyah, mulai dari tingkat wilayah hingga komisariat, untuk merapatkan barisan dan menjaga soliditas organisasi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Tugas kita sekarang adalah bekerja, menjaga persatuan, dan terus menumbuhkan optimisme. Mari rapatkan barisan untuk mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (OM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *