Penuhi Persyaratan, 10.500 Kecambah Sawit Unggul Indonesia Ekspor ke Kolombia

Foto/Dok Karantina Sumut

MEDAN | Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara (Karantina Sumut) Satuan Pelayanan Kualanamu menyertifikasi 10.500 butir kecambah kelapa sawit.  Benih dengan varietas unggul DxP Dami G-2 tersebut menuju Kolombia, Amerika Latin. Kamis (18/6/2026)

Kepala Karantina Sumut, Prayatno N. Ginting, menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari kuota ekspor 300 ribu butir benih sawit yang telah mendapat izin pengeluaran dari Pemerintah Republik Indonesia pada April 2026. Hingga pertengahan Juni, realisasi ekspor telah mencapai 60.500 butir, dan pengiriman akan terus dilakukan bertahap hingga Agustus 2026.

“Kolombia memilih benih sawit Indonesia karena kualitas varietas DxP Dami G-2 yang produktif, seragam, dan tahan terhadap kondisi lingkungan. Indonesia kini bukan hanya produsen minyak sawit terbesar dunia, tetapi juga pusat keunggulan teknologi perbenihan,” ujar Ginting dalam siaran pers di Medan, Sumatra Utara, pada Rabu (17/6)

Menurut Ginting, petugas Karantina memeriksa kecambah secara ketat di Laboratorium Timbang Deli. Standar yang diterapkan memastikan plumula (tunas) dan radikula (akar) tumbuh seimbang sepanjang 0,5 cm, menandakan vitalitas tinggi dan kesiapan untuk ditanam di tanah baru.

“Setelah memastikan kesesuaian standar ukuran, persyaratan sanitari dan fitosanitari, petugas Karantina menerbitkan sertifikat kesehatan atau fitosanitari (Phytosanitary Certificate). Sertifikat ini menjadi jaminan kesehatan untuk keberterimaan di negara tujuan,” jelasnya.

Ginting menerangkan bahwa kelapa sawit asal Indonesia bebas dari penyakit cadang-cadang yang disebabkan oleh viroid cadang-cadang kelapa (CCCVd). Hasil pemeriksaan laboratorium benih bebas dari Fusarium oxysporum f.sp. elaeidis (penyakit layu pembuluh), Imperata cylindrica (alang-alang), Cleome rutidosperma (gulma maman lanang),  dan Tirathaba mundella (penggerek tandan buah sawit).

Ekspor ini menjadi simbol diplomasi pertanian lintas benua, memperkuat citra Indonesia sebagai penyedia teknologi perbenihan berkelas dunia. Benih sawit unggul dari Sumatera Utara akan tumbuh menjadi pohon produktif di Kolombia, sekaligus mempererat hubungan antarnegara melalui sektor agribisnis. (Rel/OM/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *