Aceh  

Wabup Aceh Selatan Resmikan Mushalla H Muhammad Kasim

ACEH SELATAN | Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, meresmikan Mushalla H. Muhammad Kasim yang berlokasi di Dusun Padang Paweh, Desa Suaq Hulu, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (20/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada keluarga besar H. Muhammad Kasim serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan mushalla tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang tulus kepada keluarga besar H. Muhammad Kasim serta seluruh pihak yang telah ikut serta, baik secara materi, tenaga maupun pikiran dalam pembangunan mushalla yang indah ini,” ujar H. Baital Mukadis di hadapan para undangan.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah SWT, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.

Wakil Bupati menegaskan bahwa kehadiran Mushalla H. Muhammad Kasim tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan keagamaan, syiar Islam, serta penguatan ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar.

“Yang lebih penting dari membangun fisik mushalla adalah membangun jamaah dan memakmurkannya. Mushalla ini harus menjadi pusat ibadah, syiar Islam, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan merawat fasilitas mushalla agar tetap nyaman digunakan oleh generasi mendatang. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berdampak positif terhadap pembentukan karakter masyarakat yang religius dan berakhlakul karimah.

“Semoga Mushalla H. Muhammad Kasim ini membawa berkah, kedamaian, dan ketenteraman bagi masyarakat sekitar serta seluruh masyarakat Aceh Selatan,” tuturnya.

Sementara itu, tokoh perantau asal Aceh Selatan sekaligus penggagas pembangunan mushalla, Kasmarizal yang akrab disapa Ujang Kasim, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut berawal dari niat sederhana yang telah lama ia simpan.

Ia mengaku sejak awal bercita-cita membangun sebuah mushalla kecil apabila diberikan rezeki oleh Allah SWT. Niat tersebut mendapat dukungan penuh dari sang istri, sehingga keduanya mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung.

“Awalnya saya hanya berniat membangun mushalla kecil. Alhamdulillah, niat itu terus saya pegang ke mana pun saya bekerja. Saya dan istri menabung dari gaji kami sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa mewujudkan pembangunan mushalla ini,” ungkap Ujang Kasim.

Tekadnya semakin kuat saat menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Ketika berada di depan Ka’bah, ia memanjatkan doa agar diberikan kemudahan untuk membangun rumah ibadah bagi masyarakat di kampung halamannya.

“Ketika di Mekkah saya berdoa di depan Ka’bah agar Allah memudahkan cita-cita membangun mushalla ini. Alhamdulillah, doa itu akhirnya dikabulkan,” kenangnya.

Menariknya, desain Mushalla H. Muhammad Kasim dibuat sendiri oleh Ujang Kasim. Ia mengusung konsep minimalis tanpa kubah yang terinspirasi dari berbagai rumah ibadah yang pernah dilihatnya selama bekerja di sejumlah negara, seperti China, Belanda, dan Swiss. Konsep tersebut dipadukan dengan taman yang dihiasi aneka bunga sehingga menciptakan suasana yang indah dan nyaman bagi jamaah.

Bagi Ujang Kasim, mushalla ini memiliki nilai emosional yang sangat mendalam. Bahkan, ia telah menyampaikan keinginannya untuk dimakamkan di samping mushalla yang dibangunnya tersebut.

“Jika Allah mengizinkan, saya ingin dimakamkan di samping mushalla ini. Ini adalah bentuk kecintaan saya kepada kampung halaman dan rumah ibadah yang kami bangun bersama keluarga,” ujarnya.

Reporter : Yunardi