TELUK DALAM I Tim Riset Keilmuan Universitas Darma Agung (UDA) Medan yang dipimpin Elok Perwirawati, SSos, MIKom disambut baik di Nias Selatan (Nisel). Mereka melakukan ‘roadshow‘ audiensi sejak, Senin (24/1/2022) hingga Selasa (25/1/2022) ke DPRD Nisel, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Nisel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Nisel dan Pemerintah Desa Hilisataro Nandisa, Kecamatan Toma Nisel.
Elok menjelaskan penelitian mereka berjudul ‘Perencanaan Komunikasi Pariwisata dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Hilisataro Nandisa Menuju Desa Wisata Berbasis Sustainable Tourismn Development’.
Direncanakan riset ini akan dilakukan selama 12 bulan. Hasilnya selain akan menjadi rekomendasi bagi Pemkab Nisel, juga dilaporkan ke Kemendikbudristek dan Kementerian Keuangan.
Dalam kegiatan tersebut, dilibatkan sebanyak 5 mahasiswa semester tujuh. Selain membantu tim riset, mereka masing-masing diwajibkan membuat penelitian untuk tugas akhir di Desa Hilisataro Nandisa.
“Ini merupakan implementasi MBKM atau merdeka belajar kampus merdeka,” kata Elok.
Ketua DPRD Nias Selatan Elisati Halawa ST didampingi Suarmanto Laia (Golkar), Nibezaro Halawa (Demokrat), Tongoni Tafonao (Perindo) dan Nurtiza Dakhi (PDIP) menyambut gembira dan mendukung rencana riset keilmuan UDA. Mereka berharap bisa memeroleh hasilnya sehingga akan menjadi masukan dalam membuat kebijakan dalam bidang pariwisata ke depan.
“Jika ada kendala di lapangan, silakan kabari kami, biar dibantu,” ujar Elisati.
Dukungan serupa disampaikan Kadis Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Nisel Anggreani Dachi dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Nisel Albert Duha. Kedua dinas ini siap membantu pelaksanaan penelitian.
“Selain penelitian, kami berharap UDA juga melakukan pendampingan di Desa Hilisataro Nandisa,” kata Anggreani Dachi.
Sementara itu Kepala Desa Hilisataro Nandisa Wao’uwa Duha bersama Ketua BPD Tilik Adil Harita SIP dan tokoh masyarakat membuat acara khusus penyambutan. Tim riset diberikan pakaian adat khas Nisel, dan kemudian dijamu dengan makanan tradisional.
“Kami mendukung sepenuhnya riset ini,” kata Tilik Adil Harita dan diamini Wao’uwa Duha. (Red)







