DBS: RI Diuntungkan dengan Pergeseran Rantai Pasok Global

Ilustrasi - PT Bank DBS. Rep/Dok

JAKARTA | PT Bank DBS Indonesia menilai Indonesia berada pada posisi strategis sebagai tujuan utama pergeseran rantai pasok global di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Sebab, usai adanya tarif Trump, konflik antara AS-Israel dan Iran kian menggeser arus perdagangan serta investasi dunia. Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai menjadi salah satu negara yang berpotensi diuntungkan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Director of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin mengatakan, stabilitas domestik yang relatif terjaga serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat membuat Indonesia semakin menarik di mata investor.

Menurut dia, meningkatnya konektivitas regional pun mempererat integrasi Indonesia dalam arus perdagangan dan investasi kawasan, termasuk melalui kemitraan ekonomi dengan China yang semakin menjadi pilar penting dalam rantai pasok dan investasi regional.

“Bagi pelaku usaha Indonesia, perkembangan ini bukan sekadar tren bilateral, melainkan peluang untuk memperluas pasar dan memperkuat bisnis lintas negara,” ujarnya.

Menurut dia, diperlukan strategi komprehensif agar pelaku usaha mampu mengoptimalkan peluang di tengah ketidakpastian saat ini. DBS pun merumuskan sejumlah rekomendasi strategi bagi korporasi, khususnya yang terlibat dalam bisnis lintas negara dengan China.

Pertama, korporasi perlu mengantisipasi risiko geopolitik melalui diversifikasi pasar dan rantai pasok regional.

Eskalasi konflik, termasuk di Timur Tengah, berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional dan meningkatkan biaya logistik. Meski demikian, kawasan Asia dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan yang relatif kuat.

DBS Group Research memproyeksikan ekonomi China tetap tumbuh sekitar 4,5 persen, didukung kebijakan moneter yang akomodatif.

Kondisi ini membuka peluang bagi korporasi Indonesia untuk menyeimbangkan risiko global dengan memperkuat keterlibatan dalam rantai pasok regional. Namun, ekspansi lintas negara juga membawa tantangan seperti perubahan regulasi, fluktuasi permintaan, dan volatilitas nilai tukar.

Karena itu, korporasi perlu memperkuat ketahanan operasional melalui diversifikasi jalur logistik, perluasan jaringan mitra, serta penerapan skenario planning dan fleksibilitas keuangan.

Kedua, pengelolaan risiko nilai tukar menjadi krusial dalam bisnis lintas negara. DBS Group Research memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.350 pada akhir 2026.

Dalam kondisi tersebut, strategi seperti lindung nilai (hedging), natural hedge melalui pencocokan arus kas, serta penyesuaian struktur pembiayaan berdasarkan mata uang pendapatan dinilai penting untuk menjaga stabilitas margin dan arus kas perusahaan.

Ketiga, korporasi didorong membangun struktur keuangan yang siap menangkap peluang jangka panjang. Prospek ekonomi Indonesia yang diperkirakan tumbuh sekitar 5,3 persen dengan inflasi terjaga di kisaran 2,8 persen memberikan ruang ekspansi yang cukup luas.

“Hal ini memberikan ruang bagi korporasi untuk berekspansi. Di sisi lain, ekonomi China diperkirakan tetap tumbuh dengan inflasi rendah di sekitar 0,5 persen, serta suku bunga yang berpotensi berada di kisaran 2,75 persen,” jelas Anthonius.

Stabilitas ekonomi Indonesia dan China dinilai menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan investasi lintas negara, pembiayaan perdagangan, serta kolaborasi industri jangka panjang.

Meski demikian, perusahaan tetap perlu menjaga kesehatan neraca, tingkat leverage yang terukur, serta diversifikasi sumber pendanaan.

Keempat, pelaku usaha perlu memanfaatkan pergeseran rantai pasok regional. Perubahan kebijakan perdagangan global mendorong perusahaan China memperluas basis produksi ke luar AS, dengan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama.

Meningkat Signifikan

Data menunjukkan posisi China sebagai investor asing di Indonesia meningkat signifikan, dengan nilai investasi mencapai sekitar 34,19 miliar dolar AS sepanjang 2019 hingga September 2024, atau sekitar 18 persen dari total investasi asing.

“Konsentrasi investasi di sektor-sektor tersebut menunjukkan bahwa peluang bagi korporasi Indonesia tidak hanya berada pada ekspor komoditas, tetapi juga pada keterlibatan dalam rantai nilai industri yang lebih luas,” ujar Anthonius.

“Karena itu, ini menjadi momentum yang tepat bagi pelaku usaha untuk menjalin kemitraan strategis, membangun joint venture, maupun mengintegrasikan jaringan produksi lintas negara,” tambahnya.

Kelima, korporasi perlu memperkuat posisi dalam rantai pasok global dan kolaborasi industri. Perubahan kebijakan tarif AS memberikan peluang sekaligus tantangan bagi produk Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar global.

Salah satu mitra strategis bagi Indonesia dalam memperkuat rantai nilai industri adalah China yang terus meningkatkan investasi di sektor-sektor kunci seperti logam, transportasi, logistik, kimia, dan energi.

Salah satu inisiatif strategis adalah kerja sama Two Parks Twin Countries (TCTP) yang diperbarui pada Mei 2025, yang menekankan pengembangan kapasitas industri dan nilai tambah antara Indonesia dan China.

“Dengan kesiapan strategi dan fondasi bisnis yang kuat, korporasi tidak hanya dapat menghadapi tantangan global dengan lebih percaya diri, tetapi juga menangkap peluang kolaborasi yang terus berkembang, termasuk dalam hubungan bisnis lintas negara dengan China, seperti di sektor manufaktur, logistik, energi, serta pengembangan kawasan industri yang menjadi fokus investasi China di Indonesia,” jelasnya.

Adapun Bank DBS Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung nasabah dalam menghadapi dinamika ekonomi global melalui penyediaan insight pasar serta solusi keuangan yang terintegrasi.

Melalui DBS Global Financial Markets (GFM), Perseroan juga menyediakan layanan analisis pasar, konsultasi investasi, serta akses ke berbagai instrumen keuangan global guna membantu pelaku usaha mengelola risiko nilai tukar dan volatilitas pasar. Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *