MEDAN|Harga ayam saat ini mulai stabil setelah pada beberapa pekan sebelumnya mengalami lonjakan yang signifikan. Sementara harga cabe yang sempat stabil, dalam duua pekan belakangan melonjak, membuat pusing kalangan lbu rumahtangga.
Berdasarkan pantauan di pusat perbelanjaan di Medan, Selasa (1/12/2020) harga ayam rata-rata dijual pedagang Rp26.000/Kg, setelah mengalami lonjakan mencapai Rp30.000/Kg beberapa pekan lalu.
Naik turunnya harga kebutuhan masyarakat tersebut menurut kalangan pedagang terkait jumlah pasokan dari peternak yang sedikit, sementara permintaan konsumen terus stabil bahkan cenderung meningkat, apalagi harga ikan laut sejak usai Lebaran Idul Fitri lalu hingga saat ini masih terus tinggi.
Pada akhir Oktober 2020 lalu bahkan harga ayam pedaging sempat anjlok di bawah Rp20.000/Kg, ketika itu jumlah panen peternak sedang meningkat sedangkan permintaan konsumen stabil, sehingga para pedagang menjual hanya untuk menghabiskan stok, bahkan ada istilah balik modal saja, kata seorang pedagang di kawasan Sukaramai Medan.
Cabe Melonjak
Terkait isu kartel terhadap penyaluran ayam potong menurut kalangan pedagang itu mungkin hanya permainan pihak tertentu saja, sebab dalam berdagang apapun, hukum pasar pasti berlaku. Saat persediaan barang sedikit sedangkan permintaan stabil, maka perlahan harga akan mengalami perubahan alias naik.
Yang parahnya lagi jika barang sedikit, tetapi permintaan banyak, itu pasti harga melonjak, seperti yang pernaha terjadi beberapa tahun lalu di Medan, ketika itu harga ayam potong sempat menyentuh Rp37.000/Kg, itu pun konsumen membelinya karena mungkin dibutuhkan.
Dari kalangan pedagang di beberapa pusat perbelanjaan di Medan diperolehinformasi, saat ini yang ramai jadi perbincangan masalah harga cabe merah yang melonjak dua kali lipat dari biasa minggu-minggu sebelumnya.
Kenaikkan harga cabe tersebut sudah mulai dirasakan dalam dua pekan terakhir, dari rata-rata dijual pedagang Rp25.000/Kg, perlahan mengalami kenaikkan hingga hari ini mencapai Rp50.000/Kg. Namun demikian barang masih tersedia banyak di pasaran.
Menurut pedagang, kakenaikkan harga cabe tersebut karena pasokan dari sentra penghasil menurun. Diperoleh informasi, dampak hujan yang turun tinggi di sentra-sentra penghasil cabe membuat tanaman itu tak berbuah, alias terjadi gugur bunga.
Sedangkan bahan kebutuhan lainnya masih dinilai stabil dan biasanya akan mengalami kenaikkan saat menjelang perayaan hari-hari besar, seperti menjelang Natal dan Tahun Baru yang sudah di depan mata. (Karyadi Bakat)







