Aceh  

Bantuan Logistik Belum Merata, Masyarakat Mengharapkan Listrik Menyala

Warga mendirikan tenda seadanya dan menyalakan api sebagai alat bentu penerangan di jalan lintas Aceh Tamiang menuju Aceh Timur. Minggu (14/12/2025) Orbitdigital/Iwan

ACEH TIMUR | Belasan hari tanpa penerangan pascabencana banjir besar di sebahagian Wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur hingga  Aceh Utara. Listrik menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Dari amatan di lokasi, memasuki Kampung Seuneubok Dalam, Kecamatan Upah Matang Tepah, Aceh Timur. Terlihat tenda- tenda yang didirikan dengan terpal seadanya. Adapun tenda bantuan bertuliskan BNPB berwarna orange hanya terlihat di sebagian lokasi yang terdampak saja.

Sejumlah warga berkumpul sambil menyalakan api dan lilin di latar belakangi beberapa rumah  hancur porak poranda dipenuhi lumpur akibat diterjang banjir, Minggu (15/12/2025).

Warga membuat tenda darurat sendiri  di pinggiran jalan lintas Banda Aceh tanpa adanya bantuan pemerintah. ..yang dihuni 4 keluarga dari 4 nya ada 2 keluarga yg rumahnya hilang dan 2 lagi sebahagian hancur

“Sudah 2 minggu lebih mati listrik sejak banjir lumpur menghantam rumah kami, hingga hilang. Terpaksa kami tidur di tenda darurat ini karena belum dapat tenda dari BNPB,” ujar  Ratna salah satu warga  sambil menunjuk kearah rumah nya yang hilang.

“Pihak PLN sudah datang, cuma mengecek meteran saja,” ujar Deny warga lainnya.

Warga berharap kerusakan instalasi segera di perbaiki agar aktivitas warga bisa kembali normal

Namun sebagian wilayah sepanjang perkantoran Bupati hingga jembatan Besi (Kuning) Kota Kuala Simpang terlihat listrik menyala.

Hingga berita ini ditayangkan warga mengatakan bantuan logistik,  masih belum merata di beberapa daerah. Masih banyak yang belum mendapatkan tenda karena rumahnya hancur serta berharap bantuan logistik baik dari seluruh instansi Masyarakat maupun Pemerintah. (OM/011)