Menurut Sekda dengan adanya program Bangga Kencana melalui Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi keluarga terutama keluarga berisiko stunting, khusunya keluarga kurang mampu melalui sumberdaya lokal.
Menyinggung tentang Stunting, Sekda mengatakan bahwa saat ini prevalensi angka stunting di Kabupaten Simalungun 17,4% dari angka sebelumnya 28 % atau turun sekitar 10,6%.
Sementa Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny Ratna Radiapoh Hasiholan Sinaga mengucapkan terima kasih kepada delegasi dari beberapa kedutaan besar negara asing yang ikut mengunjungi KB Berkualitas Sait Buttu Saribu.
“Terima kasih dan selamat datang di Kampung KB ini. Semoga Kampung KB ini semakin maju ke depanya. Sehingga lebih banyak lagi negara-negara lain yang kita undang datang ke Simalungun ini,” katanya.
Senada dikatakan Camat Pematang Sidamanik M Iqbal mengaku bangga atas kehadiran delegasi dari beberapa kedubes negara asing yang mengunjungi Kampung KB Sait Buttu Saribu.
“Desa Sait Buttu Saribu mempunyai Kampung KB Berkuaitas. Kenapa dikatakan berkualitas karena masyarakatnya juga memiliki kreativitas,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Desa Sait Buttu Saribu memiliki UMKM yang luar biasa.
“Ada Kopi Madu, bahkan memiliki penangkaranya langsung. Ada juga bank sampah yang diolah menjadi produk kerajinan tangan yang berkualitas seperti topi dan kerajinan lainya,” ujarnya.
Usai mengunjungi Kampung KB, selanjutnya rombongan Ambassador Goes To Lake Toba menuju Aula PTPN IV Kebun Toba Sari untuk mengikuti kegiatan Global Dialogues.
Dalam Global Dialogues itu, Ambassador Goes To Lake Toba melakukan diskusi tentang program Kampung KB dan upaya penurunan Stunting.
Ambassador Goes To Lake Toba juga mengapresiasi kampung KB dan memberikan berbagai masukan dalam memajukan kampung KB. (Red)







