Medan  

Bobby Nasution Tekankan Perlunya Kajian Perencanaan Kerja Sama Sister City Medan-Mersin, Turki

Selain itu, Bobby juga menyinggung kerja sama di bidang olahraga. Ia menceritakan, beberapa waktu, para atlet dan pelatih menyampaikan aspirasi kepadanya agar kerjasama Pemko Medan dengan kota-kota di negara lain juga memasukkan bidang olahraga.

“Kita kirim atlet kita dari cabang olahraga yang menonjol di kota negara lain untuk berlatih dan menimba pengalaman, begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Tim Ahli USU yang dipimpin Rektor USU menyampaikan hasil kajian atas rencana kerja sama antara Medan dengan Mersin. Terkait kerja sama bidang pariwisata dan budaya yang disampaikan oleh Dr. Ar. Ahmad Delianur Nasution, S.T., M.T. dan bidang ekonomi yang disampaikan Dr. Wahyu Aryo Pratomo S.E., M.Ec.

Dalam pemaparannya, Tim Ahli USU juga menekankan, prinsip kerja sama sister city antara lain adanya kesamaan antar kota, potensi pertukaran dalam segi budaya, edukasi, rekreasi atau pun ekonomi. Selain itu prinsip kerja sama juga terkait pertukaran yang sifatnya positif dan harus berjalan di dua arah, adanya kepemimpinan yang aktif, keterlibatan dan dukungan oleh masyarakat, melalui organisasi ataupun bisnis yang sudah ada untuk membangung atau memelihara hubungan yang sudah ada.

Kerja sama ini juga, menurut Tim Ahli USU, harus mengacu prinsip manfaat strategis, eksklusifitas dan kedekatan, juga kestabilan politik.

Sebenarnya pada tahun 2008, Ambassador of The Republic of Turkey HE Dr. MK Sander Gurbuz telah menawarkan kerja sama dalam bentuk sister city kepada Pemko Medan. Turki juga telah menawarkan kerja sama pembangunan infrstruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, pariwisata dan pendidikan (penawaran bea siswa).

Saat ini, Pemko Medan telah menjalin hubungan sister city dengan sejumlah kota dari beberapa negara, antara lain Gwang ju (Korea), Ichikawa (Jepang), Chendu (China), Geoege Town (Pulau Penang) dan Ipoh (Malaysia).