Aceh  

Bupati dan Wabup Abdya Tinjau Inovasi Alat Pengusir Hama Padi

ABDYA | Gampong Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie, akan mewakili Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) XXVI tingkat Provinsi Aceh. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025 mendatang.

Gampong Kuta Bahagia akan menampilkan inovasi alat pengusir hama padi yang dinamai “Lam Pengeuh.” Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas petani dan hasil panen padi di wilayah tersebut.

Kepala Desa (Keuchik) Kuta Bahagia, Muhammad Yasal, menjelaskan bahwa inovasi ini muncul dari kebutuhan para petani untuk menghadapi gangguan hama saat masa tanam dan menjelang panen.

“Abdya memiliki sekitar 8.200 hektar sawah dan panen dua kali setahun. Namun, petani kami kerap dirugikan oleh serangan hama seperti burung pipit dan serangga,” ujar Yasal, Kamis (18/04/2025).

Selain itu, tim penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh telah turun langsung meninjau alat ini di lapangan. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Abdya/Wakil Bupati dan Ketua DPRK Abdya, Kadis pertanian,Para camat sebagai bentuk dukungan atas inovasi warga desa.

“Mereka melihat langsung alat Lam Pengeuh yang kami pasang di area persawahan,” kata Keuchik yasal.

Yasal menjelaskan, Alat Lam Pengeuh bekerja secara otomatis di pagi, sore, dan malam hari dengan pendekatan yang berbeda. Pada pagi dan sore, alat ini menggunakan toa speaker dengan jangkauan 500 meter yang mengeluarkan suara elang selama 1 hingga 10 menit.

“Suaranya bisa diatur, dan speaker-nya tahan air, jadi tetap awet meski cuaca berubah-ubah,” jelasnya.

Sambungnya lagi, saat malam hari, alat ini mengaktifkan lampu LED Ultraviolet (UV) yang menarik perhatian serangga hama seperti wereng dan walang sangit.

Hama-hama tersebut kemudian terperangkap dalam ember berisi campuran air dan bumbu dapur yang berfungsi sebagai pengganti pestisida.

“Cara ini jauh lebih ramah lingkungan dan aman untuk hasil pertanian,” cetusnya.

Dikesempatan itu,sembari menerangkan, bahwa Lam Pengeuh memiliki empat fungsi utama: mengusir burung pipit, menangkap hama serangga, menyediakan listrik gratis di tengah sawah, dan juga mengusir tikus.

“Nah…alat ini dirancang untuk tidak menggunakan bahan kimia dan tidak bergantung pada tenaga manusia. “Sistemnya hemat biaya dan aman digunakan oleh siapa pun,” ucapnya.

Ia menambahkan, keunggulan Lam Pengeuh juga terletak pada dukungannya terhadap kebijakan energi terbarukan. Alat ini menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi dampak lingkungan dan membantu pemerintah menghadapi perubahan iklim.

“Kami harap inovasi ini bisa menjadi contoh dan diadopsi oleh desa-desa lain di Aceh,” pungkasnya.

Reporter : Nazli