Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Anurogo menyampaikan bahwa, produk baru ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam menghadirkan alternatif pilihan bagi petani agar tidak bergantung pada pupuk subsidi.
“Melalui Demplot ini, kita bisa buktikan bersama bahwa penggunaan pupuk non subsidi mampu memperbesar peningkatan produktivitas dan pendapatan petani,” ucap Dwi Satriyo.
Dia berharap budidaya Demplot yang sudah berjalan selama 3,5 bulan dapat diduplikasikan oleh petani kentang lain di Kabupaten Karo maupun petani di Sumatera Utara, sehingga manfaat dari produk terbaik Petrokimia Gresik ini dapat menjangkau lebih luas dan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
Sementara Bupati Karo Sriwaty Sebayang mengatakan, atas nama Pemerintah dan masyarakat karo mengucapkan terimakasih kepada PT. Petrokimia Gresik yang telah memilih Kab. Karo sebagai salah satu daerah Demplot yang bekerjasama dengan petani kentang di Desa Bukit, Kecamatan Dolat Rayat.
“Saya mengajak kita untuk berupaya dalam meningkatkan hasil pertanian masyarakat dan kiranya dengan kehadiran produk baru dari PT. Petrokimia Gresik ini mampu menambah hasil produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal, Komisaris Utama Petrokimia Gresik, Nugroho Purwanto, Komisaris Petrokimia Gresik, Ammarsjah, Kepala Dinas Pertanian Kab. Karo, Metehsa Karo-Karo, Camat Dolat Rayat, Junaidi Sembiring dan Kepala Desa Se-Kecamatan Dolat Rayat serta Kelompok Tani dari Desa Bukit dan Desa Ujung Sampun.
Reporter : Daniel Manik







