Selain itu Dinas Kesehatan Kota Medan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk meminta bantuan penyediaan vaksin rabies tersebut sembari menunggu datangnya vaksin yang telah diusulkan. Sebab menurut Syamsul vaksin ini sangat sulit untuk diproleh dan jarang digunakan oleh masyarakat.
“Jadi untuk menambah persediaan kita meminta bantuan dari Pemprovsu, dan vaksin tersebut sudah kita terima namun jumlahnya juga terbatas hanya lima vial saja.”sebutnya.
Syamsul juga mengakui bahwa ketersediaan vaksin rabies yang di miliki Pemko Medan saat ini jumlahnya cukup terbatas hanya ada tiga vial mengingat sulitnya memproleh vaksin tersebut. Oleh sebab itulah Pemko Medan terus berupaya untuk menambah ketersediaan vaksin rabies ini.
“Kita hanya punya tiga vial saat ini yang ada di Puskesmas Helvetia, makanya kita langsung minta bantuan ke Dinas Kesehatan Provinsi setelah itu akan kita distribusikan ke lima Puskesmas center di Kota Medan.”jelas Syamsul.
Adapun Puskesmas center yang dimaksud ialah Puskesmas Medan Johor, Puskesmas Medan Tuntungan, Puskesmas Medan Sunggal, Puskesmas Medan Helvetia dan Puskesmas Bestari.
“Kita tidak berharap hal serupa terjadi kembali, kalaupun terjadi masyarakat dapat segera merujuk ke lima Puskesmas center tersebut ataupun langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat, “ujarnya.cr-03







