Harus Renovasi
Mengenai usulan renovasi Gedung PWI Aceh yang menurut Ketua PWI Aceh sudah mengalami kerusakan di hampir semua bagian, mendapat perhatian sungguh-sungguh dari Gubernur Nova Iriansyah.
“Kalau bicara Gedung PWI, ingatan saya langsung terbang ke tahun 1990-an pada saat-saat awal membangun gedung tersebut di masa Pak Gubernur Ibrahim Hasan.
Saya ingat bagaimana gigihnya Pak Harun Keuchik Leumiek (kini almarhum), Pak Bustamam Ali, dan Pak Sjamsul Kahar yang terus membakar semangat kami hingga gedung itu bisa berdiri. Nah, kalau membangunnya kita bisa, masak untuk merenovasi nggak mampu,” ujar Nova selaku arsitek Gedung PWI Aceh di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh.
Menurut Nasir Nurdin, karena begitu bersemangatnya anak-anak muda yang kini duduk di kepengurusan PWI Aceh untuk memelihara Gedung PWI yang menjadi rumah besarnya para wartawan—warisan para tokoh pendahulu—mereka sudah menyiapkan rancangan desain untuk renovasi.
Rancangan desain tersebut diserahkan oleh Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin kepada Gubernur Nova Iriansyah pada acara audiensi, Jumat, 28 Januari 2022.
“Atas jasa-jasanya untuk PWI, kami pikir Pak Nova Iriansyah pantas menerima anugerah sebagai sosok ‘Arsitek Gedung PWI Aceh, Rumah Besarnya para Wartawan’.
Semoga renovasi Gedung PWI Aceh bisa selesai secepatnya dan anugerah itu bisa kita serahkan ketika HPN 2023 di Aceh,” kata Nasir Nurdin.
“Ya, memang sudah waktunya Gedung PWI Aceh direnovasi. Bangunan itu sudah sejak 1990. Setiap melintas di depannya, saya selalu perhatikan gedung itu. Penuh kenangan. Tolong didiskusikan terus dengan SKPA terkait (mengenai renovasi). Semoga bisa kita matangkan sebelum saya mengakhiri masa jabatan,” katanya.
“Yang pasti saya siap membantu, baik ketika masih dalam jabatan maupun secara pribadi. Nanti kalau saya sudah tidak gubernur lagi, semoga saya bisa juga diterima jadi wartawan,” pungkas Nova Iriansyah dengan nada guyon.
Reporter: Yunardi/Rel







