Ragam  

Goa Gelap dan Terang Destinasi Wisata Berbasis Konservasi

Pintu Goa gelap yang di dalamnya merupakan alur sungai dengan ornamen Stalaktit dan stalagmit Minggu (27/4/2026) Orbitdigital /iwan gunadi

LANGKAT | Kabupaten Langkat memiliki banyak potensi wisata alam, mulai dari sungainya maupun keindahan alam lainnya yang  berbatasan langsung dengan Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Wisata Alam  Simolap Marike adalah nama yang ditetapkan untuk memperjelas sebutan pada batas kawasan pengembangan Desa Model Konservasi yang dikembangkan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser bersama masyarakat setempat.

Stalaktit dan stalagmit pada ornamen goa terang yang sangat menakjubkan. Minggu (27/4/2026) Orbitdigital /iwan gunadi

Kawasan wisata alam Simolap terletak di Dusun I Kinangkong, Kelurahan Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tidak hanya hutan dan sungai jelajah goa menjadi destinasi wisata

Jelajah Goa menjadi salah satu tujuan bagi para . adventure Asia hingga Eropa  yang ingin melihat langsung keindahan alam Simolap. Dan wajib memakai jasa pemandu wisata setempat, Rabu (29/4/2026).

Goa gelap dan terang, Untuk mencapai dua keindahan ini, pengunjung harus trekking (berjalan) menyusuri hutan TNGL sekitar dua jam perjalanan. Tak hanya melintasi hutan, beberapa aliran sungai juga akan dilewati  saat akan menempuh goa gelap-terang.Perjalanan  akan memeras fisik  dan perlu kehati-hatian saat melewati tajamnya bebatuan cadas menuju Goa gelap.

Pertama yakni goa terang dengan memiliki pintu goa  yang  lebar membuat cahaya matahari menembus ke dalam goa sehingga menjadi terang.

Stalaktit dan stalagmit pada ornamen goa terang yang sangat menakjubkan. Minggu (27/4/2026) Orbitdigital /iwan gunadi

Sedangkan yang  kedua  disebut goa gelap, goa ini merupakan aliran sungai, karena tidak adanya celah cahaya yang menembus ke dalam goa sehingga menjadi gelap dan banyak kelelawar. Jarak kedua goa ini tidak jauh, sekitar 100 meter.

Saat menyusuri dalam goa terlihat Stalaktit dan stalagmit pada ornamen gua (speleotem) hasil endapan kalsium karbonat dari tetesan air. 

Berbagai bentuk Stalaktit menggantung di langit-langit gua. sementara stalagmit menjulang dari lantai gua . Keduanya terbentuk selama ribuan tahun dan dapat menyatu membentuk tiang.

Pengembangan destinasi wisata berbasis kelestarian lingkungan trend saat ini, tourism responsibility selayaknya diperhatikan untuk keberlangsungan hidup kedepannya. Mewujudkan hal tersebut  kita dapat menemukan kawasan konservasi alam dimana dilindungi Undnag – undang. (OM/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *