Aceh  

Menteri Koperasi Resmikan SPBU Nelayan KTNI Ujong Pulo Rayeuk Aceh Selatan

ACEH SELATAN | Menteri Koperasi dan UKM resmikan SPBU Kesatuan Nelayan Indonesia Selasa 28/4/2026 yang bertempat di Ujong Pulo Rayeuk Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan.

Bupati Aceh Selatan H.Mirwan MS dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamatan atas kehadiran menteri dalam rangka peresmian SPBU KNTI di Ujong Pulo Rayeuk Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan.

Dan dalam kesempatan tersebut Bupati Aceh Selatan H.Mirwan mengatakan dimana hari ini akan menjadi catatan sejarah bagi sektor koperasi dan juga kelautan perikanan di Kabupaten Aceh Selatan.

Dan lanjutnya kehadiran Menteri Koperasi Republik Indonesia, Wakil Menteri KKP ANI Nelayan dan tamu undangan sekalian, adalah sebuah simbol kehadiran Negara di tengah-tengah para nelayan kita.

Adapun yang hadir dalam acara peresmian SPBU KNTI Nelayan Ujong Pulo Rayeuk yakni menteri koperasi RI, dr. ferry juliantono, SE.AK., M.Si.
Wakil Menteri KKP, Laksamana TNI (Purn) dr. Didit Herdiawan Ashaf.

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Lotharia Latif. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Panel Barus dan para pejabat eselon I eselon I di lingkungan kementerian/lembaga Negara mewakili.

Juga hadir kepala BPH Migas, dalam hal ini diwakili oleh komite, Fatul Nugroho.

Acara peresmian SPBU KNTI Ujong Pulo Rayeuk juga turut dihadiri Dirut lPDB, dalam hal ini diwakili oleh Krisdianto, beserta seluruh jajaran lPDB , Pimpinan PT. Pertamina (Persero) Acara ini juga dihadiri para perwakilan, seperti Pimpinan Pertamina Patra Niaga,Ketua KTNI Pusat, Dani Setiawan.

Adapun Kepala daerah yang hadir pada acara bersejarah ini,yakni Bupati Aceh Barat Daya, dr. Safaruddin, S.Sos.,M.S.P.

Juga Para Pejabat Pemerintah Aceh ikut berhadir, beserta seluruh jajaran. Tampak hadir Ketua KNTI Provinsi Aceh beserta jajaran dan jajaran forkopimda Aceh Selatan.

Anggota DPRK Aceh Selatan.Asisten, staf ahli, kepala SKPK dan seluruh camat.para tokoh masyarakat (ayah seubadeh) dan para pimpinan BSI area Meulaboh beserta seluruh jajaran.

Pimpinan Instansi Vertikal di lingkungan Kabupaten Aceh Selatan.forkopimcam Kecamatan, Bakotim, beserta seluruh keuchik tampak hadir.

Ketua KNTI Kabupaten Aceh Selatan, beserta seluruh jajaran.Ketua, pengurus dan pengawas koperasi Produsen KNTI Aceh Selatan kementerian Koperasi RI dan wakil menteri kelautan dan Perikanan, serta seluruh para undangan tampak ikut hadir.

Bupati Aceh Selatan H.Mirwan mengatakan suatu kehormatan yang tak terhingga tentunya, daerah kami dapat dikunjungi oleh bapak, untuk meresmikan SPBU Nelayan, Koperasi KNTI Kabupaten Aceh Selatan.

Sesuai dengan tema, koperasi dan energi sebagai dasar kedaulatan ekonomi pesisir, tentunya kami menaruh harapan besar pada program strategis nasional yang digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia, H. prabowo subianto, yaitu koperasi Desa Merah Putih (KDMP). di Aceh Selatan sendiri, sampai hari ini sudah tercatat 260 unit KDMP yang terus berproses, di samping 433 unit koperasi non-KDMP lainnya.

Melalui momentum bersejarah ini, izinkan kami menyampaikan beberapa harapan besar masyarakat Aceh Selatan terkait keberlanjutan program strategis presiden ini.

Pendampingan berbasis kearifan lokal: kami berharap pendampingan SDM Koperasi di Aceh dan Aceh Selatan khususnya, dilakukan secara intensif, dengan tetap mempertimbangkan kekhususan budaya dan prinsip ekonomi syariah sesuai qanun Aceh. kami ingin koperasi di sini maju tanpa meninggalkan akar budaya-nya.

Hilirisasi komoditas: kami mohon dukungan bapak untuk mengkoneksikan koperasi kami dengan offtaker BUMN dan pasar ekspor, baik untuk hasil laut maupun komoditas unggulan kami seperti nilam, pala dan lain sebagainya.

Sinergi kampung nelayan Merah Putih: saat ini, terdapat 4 (empat) gampong di Aceh Selatan yaitu gampong Ujong Pulo Rayeuk, Darul Ihsan, Labuhan Tarok II , dan Sawang Indah, yang telah disurvei oleh Kementerian Kelautan Perikanan untuk menjadi kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026.

Besar harapan kami agar keempat gampong tersebut ditetapkan secara resmi sebagai kampung Nelayan Merah Putih, sehingga berdampak besar pada perekonomian masyarakat kami.

Sehingga, asta cita ke – 6 bapak presiden Ri, yaitu membangun dari desa dan dari bawah, untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, dapat tercapai secara maksimal.
Kabupaten Aceh Selatan memiliki karakteristik geografis yang luar biasa, dari 18 kecamatan, sebanyak 13 kecamatan berbatasan langsung dengan samudera hindia, dengan total 71 desa pesisir.

Potensi ini bukan sekadar angka, melainkan urat nadi kehidupan bagi lebih dari 7.000 nelayan kami yang mengoperasikan 2.452 unit armada penangkapan ikan.

Menurut data statistik perikanan tangkap tahun 2025, produksi perikanan tangkap kami telah mencapai lebih dari 32.000 ton/tahun, dengan nilai ekonomi yang sangat signifikan, yakni Rp. 968 miliar per tahun.

Angka ini menempatkan aceh selatan sebagai salah satu produsen terbesar perikanan tangkap di wilayah pantai barat selatan provinsi aceh. namun, kami menyadari bahwa potensi besar ini belum tergali optimal karena keterbatasan sarana penangkapan dan prasarana pelabuhan yang kami miliki.

Ucapan ribuan terimakasih tentunya kami sampaikan atas kehadiran bapak menteri koperasi, bapak wamen kkp, bapak dirjen perikanan tangkap dan juga bapak deputi pengembangan usaha koperasi, beserta seluruh jajaran dan tamu undangan sekalian.

Kehadiran ini tentunya akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh Selatan.

Untuk dapat membangkitkan ekonomi rakyat, kami akan fokus pada 3 sektor utama, yaitu kekayaan laut, pertanian/perkebunan serta peternakan/budidaya.

Tidak lupa pula, berbagai strategi akan kami lakukan, kami akan dorong BUMD Aceh Selatan untuk menjalankan 4 fungsinya.

Adapun 4 fungsi yakni,pembiayaan, pembinaan produksi, offtaker dan pemasaran.

Serta fokus pada 3 sektor utama, seperti kekayaan laut, pertanian/ perkebunan dan peternakan/ budidaya, semua akan kita dorong untuk berbasis koperasi.papar Bupati H.Mirwan.

Lebih lanjut Bupati H.Mirwan mengatakan dirinya juga akan optimalkan kekayaan laut sepanjang 130 Km, kita akan dorong rakyat untuk menjadi kekuatan produktif bagi daerah.

Begitu juga dengan luas lahan sawah padi sebesar 4600 ha, juga akan kita dorong terus untuk mengoptimalkan produksi beras.

“Tentunya, jika kita melihat kembali, dengan garis pantai sepanjang 130 km ini, kita masih dapat mendorong SPBU nelayan serupa untuk hadir lebih banyak lagi di Aceh Selatan, sehingga akses akan solar subsidi akan semakin mudah untuk didapatkan oleh masyarakat nelayan kita,” katanya.

Reporter : Yunardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *