TANAH KARO – Brigjen TNI (Purn) Jusua Ginting SIP secara resmi sudah menerima dukungan DPP Hanura, Senin (31/08/2020) di Jakarta, dengan demikian secara resmi pasangan bakal calon Bupati Karo, Jusua Ginting dan bakal calon wakil Bupati Karo, Sabrina Br Tarigan telah memenuhi syarat dukungan partai politik untuk mendaftar tanggal 4-6 September 2020 mendatang sebagai peserta Pilkada Kabupaten Karo 4-9 September mendatang dengan melengkapi syarat-syarat administrasi lainnya.
Diperoleh informasi, rencananya besok, Selasa,1 September 2020 PKPI juga akan menyerahkan dukungannya kepada Paslon ini, di Jakarta.
Sebelumnya Partai Nasdem ( perolehan kursi di DPRD Karo 4 (empat) Kursi) juga telah memberikan dukungannya kepada Paslon ini di Jakarta sepekan lalu. Sedangkan Partai Hanura perolehan kursinya di DPRD Kab Karo 4 (empat) Kursi.
“Jika tidak ada aral melintang, Selasa (01/09/2020) PKPI juga akan menyerahkan dukungannya kepada Paslon Jusua Ginting-Sabrina Br Tarigan dengan perolehan kursi di DPRD Kab Karo 2 (dua) Kursi,” Jadi pasangan bakal calon Bupati/Wabup Karo ini didukung oleh tiga partai (Nasdem, Hanura dan PKPI) dengan perolehan kursi di dewan sebanyak 10 kursi,” ujar tim pemenangan Paslon Jusua Ginting-Sabrina Tarigan.
Sementara Paslon lain yang sudah lebih dulu memperoleh dukungan dari partai politik untuk maju sebagai pasangan bakal calon Bupati/Wabup Karo pada Pilkada 2020 mendatang, Paslon Kena Ukur “Karo Jambi” Surbakti-Paulus Sitepu (diusung Golkar 4 (empat) Kursi, PAN 3 (tiga), Demokrat 3 (tiga) Kursi total 10 (sepuluh) kursi, b/. Cory S Sebayang-Theopilus Ginting (diusung Gerindra 5 (lima) kursi, Perindo 2 (dua) kursi) total 7 (tujuh) kursi. c/. Paslon Iwan Sembiring Depari-Budianto Surbakti (diusung PDI Perjuangan 7 (tujuh) kursi) dan d/. Paslon Independen Cuaca Bangun-Agen Morgan Purba (menunggu informasi terakhir).
Menurut pendapat, kajian dan analisa sejumlah pemerhati politik di Karo, salah satu paslon ini suskses dan dapat memenangkan pertarungan Pilkada Kab Karo 9 Desember 2020 mendatang bila dia memiliki amunisi (logistik) politik yang “cukup”, bila hal itu diabaikan, bagaimana mungkin saksi-saksi mau datang ke TPS kalau hanya modal semangat, dan bagaimana pula bisa jalan mesin partai berkonsolidasi dan mensosialisasikan pasangan calon serta memobilisasi para pemilih datang ke TPS jika hanya bermodalkan militansi dan loyalitas.
“Paslon harus dapat menjawab dan mau berkomitmen menjawab keluhan dan tuntutan masyarakat yang sedang hangat/mencuat dengan memberi solusi penyelesaiannya, dibuktikan dengan rekam jejak kepemimpinannya. Cerdas dan bijaksana memotivasi tim sukses (TS) dalam menjalankan strategi pemenangan, serta sanggup mengawasi penggunaan amunisi/logistik agar tepat sasaran/tidak nyasar, supaya tidak ada dusta antara paslon dengan TS dan tidak terjadi penyelahgunaan/penyelewengan logistik. Dan jangan mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas dan hindari konflik internal maupun eksternal,” kata yandas Mburak Ginting.
Reporter : Daniel Manik







