Selain itu, Djarot juga menjelaskan bahwa setiap orang yang sungguh-sungguh menjalankan ibadahnya sebagai wujud ketundukan kepada Allah tentu tidak akan silau dengan kenikmatan dunia. Saat ia diberikan jabatan, baik itu sebagai eksekutif, legislatif, yudikatif atau jabatannya lainnya maka ia akan amanah, tidak korupsi, adil dan mengutamakan kepentingan orang banyak dari kepentingan dirinya sendiri
“Perjuangan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan seringkali terhenti karena ada “surga” atau kenikmatan yang membuat manusia lalai dan melupakan makna ibadahnya, sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW ketika melakukan Isra dan Miraj-nya berkesempatan untuk tetap tinggal dengan penuh kenikmatan disisi Allah, tetapi beliau meninggalkannya untuk melanjutkan perjalanan menuju Sidratul Muntaha dan kembali ke Bumi untuk melanjutkan perjuangan kemanusiaan” ungkap Mantan Walikota Blitar tersebut
Kemudian, Anggota DPR RI Komisi II ini menyampaikan bahwa ada fenomena, seseorang ketika menerima kekuasaan dan melihat uang langsung lupa dan melakukan tindakan inskonstitusional, mulai menyalah gunakan wewenang, kindakan korupsi misalnya, Itu berarti bahwa seorang tersebut tidak amanah bahkan telah khianat kepada Allah.
“Kita harus belajar dengan sosok Agung Rasulullah Muhammad SAW yang tetap kokoh dalam mengemban tugasnya merubah dan membangun peradaban yang memanusiakan manusia meski surga telah dijanjikan kepadanya, Rasulullah memilih bergumul dengan rintangan yang mengorbankan segalanya untuk membawa umat manusia dari perilaku jahiliyah ke akhlak tertinggi, maka tidak heran bila namanya Agung hingga saat ini” tegas Djarot
Terakhit, Djarot berpesan terkhusus kepada kader-kader PDI Perjuangan, bahwa pencapaian partai yang saat ini berada dalam pusat kekuasaan, dimana telah melewati berbagai cobaan, fitnah dan lain sebagainya untuk tetap amanah, sebagaimana esensi dari berbagai ibadah yang diperintahkan oleh Tuhan Yang Masa Esa. Oknum-oknum kader partai yang tidak amanah harus dijadikan contoh bahwa itu prilaku yang merugikan partai dan bahkan diri maupun keluarganya sendiri.







