Tiba tiba listrik padam, otomatis suara pengajian pun mati. Tetapi listrik PLN yang mati cuma di masjid saja, membuat petugas dan jamaah yang sudah hadir sedikit panik namun masih tertolong dengan adanya bola lampu otomat yang bertahan hidup.
Maka subuh itu dilakukan azan dan sholat berjamaan yang diimami Ustad Ridwan Harahap MPdI tanpa menggunakan pengeras suara, dengan penerangan seadanya memanfaatkan beberapa bola lampu yang masuh hidup dan senter Hp milik jamaan dengan dipanjar.
Anehnya genset yang selama ini selalu siap pakai, pada subuh itu tiba tiba ngadat. Padahal malam sebelumnya tak ada masalah saat terjadi gangguan listrik serupa.
Peritiwa Berulang
Informasi diperoleh dari Tama, petugas masjid menyebutkan, sejak Ramadan lalu sudah beberapa kali aliran listrik PLN padam lokal. Bahkan saat Sholat Tarawih berlangsung.
Petugas dari PLN sudah berulang kali melakukan perbaikan. Seperti yang terjadi tadi subuh, merupakan kejadian berulang pada Selasa malam saat menejelang Sholat Isya beberapa jam sebelumnya.
Malam itu petugas sudah memanjat tiang tempat sambungan ke masjid dan mengencangkan ikatan apinya dan listrik hidup. Tetapi mungkin baut pengikat kurang maksimal menguncinya, membuat sambungan kendur lagi.
“Biasa itu pak, akibat panas menahan beban api aliran listrik, bagian sambungan kabel memuai dan longgar sehingga aliran api tak maksimal dan terputus,” kata petugas malam itu.
Para jamaah Masjid Raya Miftahul Iman Jalan Panglima Denai/Jermal VII tersebut mohon kepada petugad PLN untuk memaksimalkan penyambungan, sehingga kejadian yang sudah berulang itu tak terjadi lagi. (Karyadi Bakat)







