“Terkait parna raya yang sudah datang ke lokasi, itulah investor yang pertama masuk pak, dan mereka akan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Kita juga akan MoU denga mereka,” kata Maringan.
“Mereka akan gunakan lebih kurang 100 hektar, kita akan kerjasama dengan mereka,” tambah Maringan lagi.
Parulian memimpali lagi.
“Katanya tadi investor, pertanyaan kenapa bukan mereka yang beli alat berat,” tanya Parulian.
Maringan pun menjawab karena mereka yang pertama datang.
“Terkait dengan alat berat kita sudah kerjasama dengan investor. Alat berat yang sudah dibeli Pemkab Pakpak Bharat itulah yang dipakai investor sehingga PAD Pakpak Bharat akan bertambah,” klaimnya.
Mendengar pernyataan Maringan, Parulian kembali bertanya soal kehadiran food estate tersebut.
“Aku pun nggak tahu lagi, ada investor datang tapi dananya dari kita, kalau gitunya Sabar Manik (anggota dewan) juga bisa,” kata Parulian yang mengundang gelak tawa peserta paripurna.
“Kok kita yang punya uang kok orang lain yang mengelola, itu kira masukan kita,” kata Parulian.
Usai mendengar jawaban Parulian, Maringan pun meninggalkan mimbar.
Sementara anggota DPRD Pakpak Bharat dari Fraksi Golkar Edison Manik meminta pembelian alat berat itu ditunda dulu.
“Saya berharap ditunta dulu pembeliannya. Sebelum persoalan tanah selesain jangan dulu dibeli alat beratnya. Kita takut nanti alat berat itu bisa disalahgunakan,” katanya.
Edison juga mempertanyakan kenapa hanya jagung ditanam di lokasi food estate. “Pertanyaannya kok hanya jagung. Tapi ketahanan pangan, kalau hanya jagungnya di sini kan sudah menanam jagung masyarakat,” ujarnya. (Jams)







