Kajari turut memberikan apresiasi atas motivasi dari Dinkes, BKKBN, PKK desa untuk bersama-sama melakukan pencegahan stunting tersebut.
“Bappeda dan Dinkes perlu melakukan pengganggaran di perubahan untuk pencegahan stunting. Pun dengan desa, desa menganggarkan pemberian makanan bergizi,” ungkapnya.
Husaini juga mengapresiasi Puskesmas Singkil Utara atas inovasi yang dilakukan.
“Ini langkah awal, semoga puskesmas yang lain termotivasi melakukan hal yang sama,” ucapnya.
Plt. Kadis Kesehatan Aceh Singkil, Haryono mengatakan angka stunting di Aceh Singkil mencapai 29,6 persen. Pemerintah menarget pada 2024 turun menjadi 14 persen.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kajari Singkil yang telah membantu tugas Dinas Kesehatan untuk bisa menyelesaikan program nasional pencegahan stunting ini,” katanya.
Dirinya berharap kegiatan seperti ini dapat menular dan dilakukan di kecamatan lainnya, sehingga angka stunting di Aceh Singkil turun pada 2024.
Asisten III Setdakab, Safitri Darma mengatakan, visi misi kepemimpinan Dulmusrid-Sazali, sehat cerdas dan sejahtera harus tetap dihidupkan.
“Bagaimana mau mewujudkan generasi yang sehat cerdas dan sejahtera kalau masih ada anak yang stunting,” katanya.
Untuk itu diperlukan dukungan bersama dalam pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Singkil, seperti yang telah dilakukan Kejaksaan.
Usai melaunching, Kajari Aceh Singkil turut memberikan hadiah kepada anak usia bawah dua tahun pemenang Lomba Balita Sehat, dan berbagai bingkisan lainnya.
Reporter : Helmi







