Kenaikan Harga Telur Membuat Omzet Pedagang Turun

Pedagang telur di Pasar Simpang Limun Medan

Medan | Selain masyarakat selaku konsumen, para pedagang telur pun banyak yang mengeluh karena omzet mereka semakin menurun akibat kenaikkan harga.

“Untuk mengambil keuntungan pasti sulit, omzet pun turun 30 persen hingga 40 persen,” ujar Ai seorang pedagang telur di Pasar Simpang limun , Medan, Jum’at (9/6/2023),

Saat ini para pedagang, harus menjual telur ayam ras dengan harga di kisaran Rp1.550 sampai Rp1.850 per butir, padahal modal membeli telur dari agen seharga Rp1.450-Rp1.800 dan di harga tertinggi mencapai Rp 2.400 per butir.

“Sekarang saya hanya berusaha bagaimana caranya tidak menomboki. Bagaimana tidak, pembeli sepi. Kalau pun ada, mereka mengurangi belanjaannya,” sebut pedagang tersebut.

Berdasarkan Sistem Harga Pangan Komoditas Utama Sumatera Utara (SiHarapanKu) pada Kamis (8/6/2023), harga telur ayam ras di Sumut berkisar Rp 25.500 sampai Rp 50.000 per kilogram.

Harga termurah ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan termahal di Kabupaten Langkat.

Terkait melambungnya harga telur ayam ras, Badan Pangan Nasional sempat menyatakan keadaan ini terjadi karena kenaikan harga jagung yang menjadi pakan unggas.

Reporter : Arifin