Pertumbuhan Minus
Berdasarkan data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 minus sebesar -0,74%. Itu berarti Indonesia masih mengalami resesi ekonomi.
Sebagaimana diketahui resesi adalah kondisi pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut.
Nah, sementara pertumbuhan ekonomi minus yang dialami Indonesia sudah terjadi sejak kuartal II-2020 yaitu minus 5,32%. Kontraksi pertumbuhan ekonomi berlanjut ke kuartal III-2020 minus 3,49% dan minus 2,19% pada kuartal IV-2020.
Sementara sepanjang 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 2,07%.
Dari data tersebut jelas kalau saat ini Indonesia memang benar benar resesi. Namun tak hanya RI yang mengalaminya, berbagai negara juga ikut merasakan dampak dari Corona.
Sebenarnya tak hanya pelaku UKM yang merasakan dampak dari resesi, tapi semua komponen termasuk para buruh karena imbas dari perusahaan yang menurun produktifitasnya.
Semua orang berusaha bertahan dengan upanyanya masing masing. Para pemiliki modal menerapkan pola wait and see, orang kaya menahan uangya karena khawatir, pelaku UKM makin terjepit, orang miskin terus bertambah dan bertahan lapar.
Sementara kalangan pejabat/PNS termasuk pensiunan sepertinya berada di golongan aman. “Karena selagi negara masih berdiri, sumber keuangan mereka pasti ada,” kata pengamat sosial DR HM Nurdin Amin Lc SH MA.







