Binjai  

Khairul Azhar Dorong Kegiatan MBG Diuangkan Saja

Pemerhati pendidikan Kelurahan Bandar Sinembah Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai, Khairul Azhar

BINJAI | Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digagas pemerintah terus menjadi perbincangan di berbagai daerah. Salah satu masukan datang dari Pemerhati Pendidikan Kelurahan Bandar Sinembah Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai.

Khairul Azhar menilai bahwa sistem pemberian makanan siap saji di sekolah masih menyimpan sejumlah persoalan dan berpotensi tidak maksimal dalam mendukung gizi peserta didik.

Ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema penyaluran dana MBG secara langsung (cash) kepada siswa atau orang tua wali dengan besaran anggaran MBG Rp.15.ribu per-siswa , seminggu 15 ribu x 5 hari = Rp 75 ribu, Jadi 1 Bulan , 4 minggu x Rp 75.ribu = 300 ribu per bulan. Menurutnya, langkah ini jauh lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Jika dibagikan dalam bentuk uang, banyak manfaat yang bisa diperoleh. Pertama, nasi tidak akan basi seperti yang kerap terjadi pada program serupa sebelumnya. Kedua, orang tua mengetahui makanan apa yang menjadi kesukaan anak, sehingga pemenuhan gizi lebih terarah,” ungkap Khairul kepada ORBIT , Sabtu (29/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa pemberian makanan siap saji di sekolah seringkali menimbulkan masalah, mulai dari kualitas makanan, distribusi, hingga potensi kerugian anggaran saat makanan tidak dikonsumsi anak. Dengan model uang tunai, setiap rupiah yang diberikan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan anak.

Lebih jauh, Khairul menekankan bahwa skema uang tunai dapat mengurangi potensi korupsi dan penyimpangan anggaran, karena mekanisme distribusi lebih sederhana dan transparan. Orang tua dapat langsung menerima dana tersebut melalui rekening resmi atau sistem digital pemerintah.

Selain itu, menurutnya, program ini juga dapat mendidik ekonomi keluarga. Jika uang masih tersisa, bisa ditabung untuk keperluan lain, khususnya kebutuhan pendidikan lanjutan atau gizi tambahan siswa di rumah.

“Intinya program ini sangat baik, tapi perlu dieksekusi dengan cerdas. Jangan sampai niat mulia pemerintah justru membebani sekolah dan tidak dinikmati sepenuhnya oleh siswa,” jelasnya.

Khairul juga mengajak DPRD dan pemerintah daerah untuk menyuarakan masukan ini kepada pemerintah pusat, agar kebijakan MBG benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, terutama siswa dari keluarga kurang mampu.

Ia berharap ke depan evaluasi menyeluruh dilakukan sebelum program diluncurkan secara nasional. Dengan skema yang tepat dan sederhana, program MBG akan menjadi langkah besar meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas pendidikan generasi muda Indonesia.

Kebijakan diuangkan MBG yang didorong Khairul Azhar mendapatkan tanggapan yang beragam dari berbagai pihak,beberapa orang tua siswa menyambut positif usulan ini sebagai langkah maju yang akan meningkatkan kualitas dan kemudahan akses terhadap makanan tambahan , namun ada juga pihak yang lebih waspada dan meminta agar kebijakan ini dipertimbangkan dengan cermat ,terutama terkait dengan sistim pemantauan dan evaluasinya

Salah satu wali murid yang mendukung usulan ini adalah ibuk Siti yang memiliki anak di salah satu SMP Negri di Binjai mendukung usulan ini, selama ini anak saya sering mengeluh tentang makanan MBG di sekolah yang tidak enak dan tidak sehat , dengan menerima uang tunai saya dapat membeli bahan makanan segar dan memasak makanan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan gizi anak saya ,” ujar Ibuk Siti

Disisi lain salah seorang guru di SMP Negri Binjai yang tidak mau disebutkan jati dirinya menyatakan , bahwa dia lebih waspada terhadap usulan ini , saya setuju bahwa ada masalah dengan MBG konvensional, tetapi saya khawatir bahwa uang tunai yang di berikan tidak akan benar –benar di gunakan untuk keperluan makanan tambahan siswa , selain itu saya juga khawatir tentang keseragaman pendistribusian uang tunai terutama di daerah yang kurang terjangkau, ujarnya. (Od-22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *