KKNT USU 2022: Mahasiswa Belajar dan Berkarya di Desa

Sejumlah Mahasiwa/i USU) saat menggelar Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2022. (Foto/Ist)

Sementara itu, Sekretaris LPPM USU Meutia Nauly, S.Psi, M.Si, Psikolog berharap, agar proses KKNT ini dapat berjalan dengan baik, dalam konteks mahasiswa belajar mengenai menjaga kesantunan dan menghargai penduduk desa.

Skema KKN sendiri dilaksanakan untuk 10 kategori yakni; Desa Sehat (Peningkatan Kesehatan masyarakat dan lingkungan), Desa Wisata (Peningkatan manajemen bisnis wisata), Desa Tangguh Bencana (Mitigasi dan peningkatakan kapasitas mewujudkan DESTANA), Desa Literasi Digital (Peningkatan pemahaman & penggunaan tentang TIK), Desa Budaya (Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal), Desa Pintar (Pemberdayaan pendidikan formal dan nonformal), Desa Ekonomi Bangkit (Peningkatan Produksi Ekonomi Kreatif dan UMKM), Desa Hijau (Pemanfaatan sumberdaya lingkungan dan pertanian), Desa Toleran (Peningkatan Pemahaman Hukum dan pengukuhan tatanan sosial masyarakat) dan Desa Sejahtera (Peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi).

Belajar dan Berkarya di Desa adalah program KKNT USU yang dilandasi oleh semangat pemberdayaan dan pembangunan desa. Khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Program ini merupakan bentuk pendidikan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa, untuk hidup di tengah masyarakat desa. Tujuannya adalah untuk mengasah softskill dan hardskill kemitraan serta leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah pedesaan. Pelaksanaannya secara kolaborasi interdisiplin ilmu maupun monodisiplin kompetensi.

Teknisnya, situasi, kondisi dan potensi desa dianalisis dan diformulasikan solusinya secara kolaboratif bersama masyarakat. Akhirnya, melalui program ini mahasiswa diharapkan dapat berkarya secara akademis. Tidak hanya solutif dan tepat guna terhadap masalah desa, tetapi juga mesti dapat menopang pengembangan potensi desa.

Direktur Direktorat Pengembangan Pendidikan USU, Dr. Muhammad Anggia Muchtar, ST, MMIT, menegaskan bahwa KKN memberikan banyak kontribusi positif bagi para mahasiswa dalam membentuk karakter unggul.

“KKN itu mengajarkan nilai-nilai dan cara bersosialisasi, berkomunikasi, interaksi, dan kemampuan menjadi anak mandiri dalam segala hal. Nilai-nilai revolusi mental, etos kerja, gotong-royong, dan integritas ditanamkan kepada seluruh peserta KKN, sehingga dapat membentuk karakter kuat generasi Bangsa Indonesia di kemudian hari,” tandasnya. (Red)