MEDAN | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menegaskan komitmennya membangun daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Semangat kolaborasi sejalan dengan pemikiran almarhum Dr TD Pardede, tokoh nasional asal Tanah Batak yang meyakini kemajuan daerah harus ditopang lewat pendidikan, ilmu pengetahuan, dan keberanian berinovasi.
Komitmen itu diwujudkan melalui kerja sama antara Pemkab Toba dan Universitas Darma Agung (UDA) guna merumuskan pengembangan kawasan Danau Toba berbasis teknologi dan ekonomi digital.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat transformasi digital kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing destinasi wisata di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu melalui Wakil Bupati Audi Murphy Sitorus mengatakan pembangunan era modern tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional.
Daerah dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta membangun kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“ Dibutuhkan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan teknologi, sumber daya manusia, investasi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Audi usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Toba dan Universitas Darma Agung di Gedung Hermina Medan, Rabu (17/6/2026).
Menurut Audi, kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun fondasi pembangunan berbasis pengetahuan.
Kampus tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi pusat riset yang mampu menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks itu, Pemkab Toba turut mengapresiasi warisan pemikiran Dr TD Pardede yang sejak awal menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama kemajuan bangsa.
Sebagai putra daerah kelahiran Balige, 16 Oktober 1916, Tumpal Dorianus (TD) Pardede berhasil membuktikan keterbatasan geografis bukan penghalang berkontribusi pada tingkat nasional.
Melalui kiprahnya sebagai pengusaha, pemikir, dan tokoh pendidikan, TD Pardede menunjukkan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi menciptakan manusia yang unggul, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

Pemikirannya melampaui batas-batas lokalitas. Ia tidak sekadar berbicara mengenai kemajuan daerah asalnya, tetapi menempatkan pendidikan, kewirausahaan, dan penguatan karakter sebagai fondasi pembangunan nasional.
Gagasan tersebut tetap relevan hingga saat ini, terutama ketika daerah-daerah di Indonesia menghadapi tantangan transformasi digital dan persaingan ekonomi global.
Audi menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi mencerminkan semakin pentingnya peran akademisi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Kehadiran kampus diharapkan mampu menghasilkan penelitian terapan, inovasi kebijakan, serta solusi ilmiah yang dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan daerah membutuhkan gagasan besar yang lahir dari ilmu pengetahuan. Karena itu, sinergi pemerintah dan perguruan tinggi harus terus diperkuat agar setiap kebijakan memiliki landasan akademik yang kuat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Kabupaten Toba yang berada di kawasan strategis Danau Toba, lanjut Audi, membutuhkan dukungan riset dan inovasi untuk memperkuat daya saing destinasi wisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Melalui kerja sama, Pemkab Toba berharap lahir berbagai kajian dan inovasi yang mampu mempercepat transformasi kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata berkelas dunia tanpa meninggalkan identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Semangat itu sekaligus menjadi refleksi atas warisan pemikiran Dr TD Pardede, seorang putra daerah yang membuktikan bahwa ide-ide besar dapat lahir dari daerah dan memberi pengaruh luas bagi pembangunan bangsa.
Sementara, Rektor Universitas Darma Agung, Prof. Dr. Suwardi Lubis, menegaskan perguruan tinggi tidak hanya pusat pendidikan, tetapi laboratorium sosial yang melahirkan inovasi, riset terapan, serta solusi persoalan pembangunan daerah.
”Perguruan tinggi harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Toba dan Universitas Darma Agung, turut dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Darma Agung Hana Nelsri Kaban dan Direktur Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung Ivan Benedict Tambunan, Amd.Par, SE MM.(OM-09)







