Aceh  

Komunitas Wisata Tuantapa Menelusuri Indahnya Goa Sawang

Di dalam Goa kita menemukan Stalagmit dan Stalaktit yang sungguh mengagumkan, dengan kedalaman goa yang belum dapat kita perkirakan, mungkin dari cerita orang orang setempat sampai tembus ke Kecamatan Samadua

ACEH SELATAN | Komunitas Wisata Tuantapa (Kotatua) yang terdiri dari sahabat wisata tersebar di 18 Kecamatan di Aceh Selatan, Minggu 19 Mei 2024 melakukan giat wisata ke destinasi goa dan pemandian di Kecamatan Sawang.

Destinasi yang sudah lama ada dan baru dikemas kembali untuk dibuka ke khalayak ramai, ternyata menyimpan aneka keunikan dan goresan alam yang menakjubkan, demikian ungkap salah seorang sahabat wisata Tuantapa, Ainul kepada Orbitdigital, Minggu (19/5/2024).

Ainul sahabat wisata Tuantapa, yang pertama sekali mengunjungi lokasi ini dirinya, sungguh terkagum-kagum setelah menelusuri ke dalam Goa yang sudah mulai dibersihkan dan ditata ini.

“Di dalam Goa kita menemukan Stalagmit dan Stalaktit yang sungguh mengagumkan, dengan kedalaman goa yang belum dapat kita perkirakan, mungkin dari cerita orang orang setempat sampai tembus ke Kecamatan Samadua,” sebutnya.

Sambungnya, hari ini mereka hadir ke sini bersama Komunitas Wisata Tuantapa coba menelusuri kedalam goa, bersama penjaga dan juru kunci Goa Sawang ini, terang Ainul yang juga merupakan Duta Wisata Aceh Selatan.

Irwandi Kamaruzaman selaku Koordinator Lapangan dalam Giat hari ini, kepada orbitdigital menyebutkan, hari ini hadir sekitar 35 peserta, setelah mencoba menelusuri ke dalam Goa ini baru sampai menembus sekitar 200 sampai 250 meter ke dalam.

Destinasi yang sudah lama ada dan baru dikemas kembali untuk dibuka ke kalayak ramai, ternyata menyimpan aneka keunikan dan goresan alam yang menakjubkan

Lukisan Alam

Selian menelusuri goa, agenda mereka mencoba mengeksflore wisata baru yang ada di Kecamatan Sawang, ke berbagai media, baik media sosial maupun media mainstream.

Muchsin Selaku Ketua Umum Kotatua yang sekarang menjabat sebagai Kadis Pariwisata Aceh Selatan, juga turut hadir bersama rombongan.

Dalam keterangannya kepada media mengatakan bahwa di dalam menemukan banyak Stalaktit atau batu tetes embun yang ada di langit langit dan dinding Goa yang sungguh indah.

Artinya, sambungnya, ada yang berbentuk tempat pelaminan bahkan ada yang menyerupai belalai gajah lengkap dengan telinganya.

Lanjutnya, bila ke depan di dalam Goa ini sudah dilengkapi dengan fasilitas penerangan mungkin akan menjadi tujuan wisata baru di Aceh Selatan, bebernya.

Karena di dalam Goa terdapat beberapa ruangan yang sangat besar, dan beberapa lorong menuju ke ruangan lainnya, yang berbentuk labirin.

“Ini benar benar jadi tempat kita menikmati keindahan alam yang alami bukan buatan, seperti Goa Satalaktit buatan di Pulau Sentosa Singapor,” jelas Muchsin.

Kami sudah menelusuri Goa buatan di Singapore, begitulah keindahan Stalaktit yang ada di dalam Goa Sawang ini, tambahnya.

“Dan yang lebih potensial lagi di depan Goa kita bisa menikmati alam pemandian, baik kolam maupun aliran sungai yang bisa dinikmati oleh wisatawan,” sebutnya.

Terlepas dari itu semua, tambah Muchsin, hari ini kita bisa melihat, sudah mulai tumbuhnya perekonomian masyarakat setempat dengan munculnya cafe cafe kecil di sepanjang jalan Tringmeduro – Panton Luas ini terutama di Seputaran Objek wisata Goa dan Pemandian, semoga kedepan terus tumbuh dan tertata dengan baik.

Mereka berharap kepada pengelola untuk tetap menjaga keasrian alam dan kepada pengunjung mengimbau agar jangan meninggalkan sampah sampah bawaannya di lokasi wisata ini, pungkas Muchsin.

Reporter : YUNARDI. M. IS